Pilkada Cianjur, Pasangan Pertahana Herman dan Mulyana Lapor Dana Awal Kampanye Rp 0, 00

Nasional —Senin, 12 Oct 2020 07:38
    Bagikan:  
Pilkada Cianjur, Pasangan Pertahana Herman dan Mulyana Lapor Dana Awal  Kampanye Rp 0, 00
Pasangan Herman dan TB Mulyana


CIANJUR, POSKOTAJABAR.


Genderang perang Pilkada di Cianjur mulai terasa. Setiap pasangan diharuskan melaporkan dana awal kampanye. Cukup mengagetkan karena paslon urut 3 yakni Herman Suherman-Tb Mulyana tidak memiliki dana seperserpun atau nol sama sekali. Padahal Herman merupakan sosok patahana Cianjur. Meski begitu paslon ini memilih membuka rekening khusus di Bank BJB.


Untuk Pilkada Cianjur ini, data yang diumumkan KPU Kabupaten Cianjur lewat website resminya, diketahui Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari empat pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, pasangan Lepi Ali Firmasyah - Gilar Budi Raharja memiliki dana awal kampanye terbesar.

Pasangan bertagline PILAR ini melaporkan LADK nya ke KPU sebesar Rp100 juta rupiah dengan rekening khusus di Bank BJB Syariah.

Disusul Peringkat kedua, pasangan nomor urut 2, H. Oting Zaenal Muttaqin - Wawan Setiawan. Pasangan bertagline (OTW) melaporkan LADK nya ke KPU sebesar Rp1 juta rupiah di rekening khusus di Bank BJB Syariah.

Peringkat ketiga, pasangan nomor urut 1, Muhammad Toha - Ade Sobari. Pasangan bertagline HaDe ini melaporkan LADK nya ke KPU sebesar Rp700 ribu rupiah dengan rekening khusus di BRI Unit Pamoyanan Cianjur.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan dana kampanye mandiri di Pilbup Cianjur 2020 untuk masing-masing calon maksimal Rp110 miliar. Angka tersebut membuat Kabupaten Cianjur jadi daerah dengan batas dana kampanye terbesar se-Indonesia di Pilkada serentak 2020.

Hal tersebut disampaikan pihak KPU RI saat rapat koordinasi dengan KPU Jabar jika Cianjur menjadi batas maksimal dana kampanye terbesar se-Indonesia.

"Batas maksimal dana kampanye tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sejak akhir September 2020. Bukan hanya dari Pilbup atau Pilwalkot, tapi dibandingkan dengan yang menggelar Pilgub pun Cianjur masih yang terbesar," ujar Ketua Bidang Hukum dan Pengawasan KPU Cianjur Hilman Wahyudi, Sabtu (10/10/2020).

Hilman mengungkapkan, Meski nilainya besar, namun angka tersebut sudah sesuai dengan rumus perhitungan dari KPU.

"Sudah sesuai, bahkan kita diapresiasi karena paling selaras dengan poin-poin dan rumus yang ada," ucapnya.

Menurutnya, angka tersebut tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Pilbup Cianjur 2015 yang hanya di angka Rp36 miliar.

"Ada beberapa poin yang membuat nilai batas maksimal dana kampanye menjadi besar. Diantaranya metode dan adanya materi untuk kampanye di tengah pandemi. Hal itu yang membuat angkanya naik," katanya

Untuk memastikan penyesuaian dana, pihak KPU memerintahkan kepada setiap Paslon untuk melaporkan dana kampanye yang masuk dan yang telah digunakan.

"Untuk laporan awal sudah, selanjutnya di akhir Oktober Paslon harus menyampaikan sumbangan dana kampanye. Di akhir nanti ada laporan dana yang masuk dan digunakan. Kami akan terus pantau untuk memastikan semuanya sesuai aturan," ucap Hilman. (Nuki)

Editor: Herman
    Bagikan:  


Berita Terkait