8 Makanan Ini Dapat Bantu Menangani Anemia

Kesehatan —Rabu, 14 Oct 2020 15:49
    Bagikan:  
8 Makanan Ini Dapat Bantu Menangani Anemia
Makanan Makanan yang dapat menangani Anemia. Sumber Foto webmd.com

Anemia adalah kondisi di mana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah di bawah normal. Tanda-tanda yang paling sering dikaitkan dengan anemia adalah 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah, Lunglai), pucat dan pusing berkunang-kunang. Anemia yang paling sering terjadi adalah Anemia Defisiensi Besi (ADB) atau anemia yang disebabkan karena kekurangan kadar zat besi dalam tubuh.

Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dengan cukup, tubuh tidak bisa menyerap zat besi, tubuh kehilangan zat besi melalui darah. ADB sebenarnya cukup mudah ditangani, namun jika dibiarkan risiko komplikasi dan teserang penyakit lain serta infeksi semakin besar.

Seseorang yang telah didiagnosis mengidap anemia, wajib mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin B12. Nah, vitamin B12 sendiri dapat diperoleh dari produk-produk hewani, seperti daging, susu, ikan dan unggas.

Inilah beberapa jenis makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12 untuk menangani anemia:

1. Telur

sunny side up egg on frying pan

Sumber foto : Unplash.com

Telur merupakan sumber protein lengkap dan vitamin B, terutama B2 dan B12. Selain itu, kuning telur ternyata memiliki kadar vitamin B12 yang lebih tinggi daripada putih telur, serta vitamin B12 dalam kuning telur lebih mudah diserap. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi telur secara utuh, bukan hanya putihnya saja.


2. Susu dan Produk Olahannya

clear drinking glass with brown liquid

Sumber foto : Unplash.com

Susu dan produk susu seperti yoghurt dan keju adalah sumber protein, vitamin, dan mineral, termasuk vitamin B12. Menariknya, penelitian telah menunjukkan bahwa tubuh menyerap vitamin B12 dalam susu dan produk susu lebih baik daripada vitamin B12 yang terkandung dalam daging sapi, ikan, atau telur. 


3. Ikan Tuna

raw meat with spices on green ceramic plate

Sumber foto : Unplash.com

Tuna mengandung konsentrasi vitamin B12 yang tinggi, terutama di bagian otot tepat di bawah kulit, yang dikenal sebagai otot gelap. Jadi, bila kamu berencana mengonsumsi tuna, sebaiknya pilih bagian otot gelap karena tinggi vitamin B12nya. 


4. Salmon

raw fish meat on brown chopping board

Sumber foto : Unplash.com

Salmon terkenal akan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Namun, ikan ini ternyata juga sumber vitamin B yang sangat baik, lho. Meski begitu, kandungan vitamin B12 dalam salmon tidak sebanyak yang terkandung dalam ikan tuna. 


5. Daging Sapi

raw meat and green leaf plant on brown surface

Sumber foto : Unplash.com

Daging sapi merupakan sumber vitamin B12 yang sangat baik. Selain B12, daging sapi juga mengandung vitamin B2, B3, B6, selenium, dan seng. Jika kamu mencari konsentrasi vitamin B12 yang lebih tinggi, disarankan untuk memilih potongan daging sapi yang rendah lemak. Selain itu, sebaiknya masak daging sapi dengan cara dipanggang daripada digoreng untuk membantu menjaga kandungan vitamin B12.


6. Sarden

bread on white and blue floral ceramic plate

Sumber foto : Unplash.com

Sarden adalah ikan laut bertulang lunak. Kamu mungkin lebih sering menemui ikan ini sudah dalam bentuk kalengan. Mau dalam bentuk kalengan atau segar, sarden tetap mengandung gizi dan nutrisi yang baik, salah satunya vitamin B12 yang dibutuhkan oleh pengidap anemia. 


7. Kerang

oyster dish

Sumber foto : Unplash.com

Kerang adalah sumber protein tanpa lemak dan mengandung konsentrasi vitamin B12 yang sangat tinggi. Kerang, terutama bayi kerang utuh, juga menyediakan zat besi dalam jumlah besar. Kerang juga telah terbukti menjadi sumber antioksidan yang baik. 


8. Hati dan Ginjal Hewan

Jeroan atau daging organ, terutama hati dan ginjal ternyata kaya akan kandungan vitamin B12. Hati dan ginjal domba umumnya lebih tinggi vitamin B12 daripada hati dan ginjal sapi atau daging sapi muda. Hati domba juga sangat tinggi tembaga, selenium, serta vitamin A dan B2.


Itulah beberapa makanan yang dapat bantu menangani anemia. Sebaik-baiknya mengobati akan jauh lebih baik mencegahdari pada mengobati. Semoga tips ini bermanfaat.

Editor: Ririn
    Bagikan: