Akibat Kemarau, Perumbah AM TBW Kota Sukabumi Lakukan Penggiliran Air

Jawa Barat —Selasa, 15 Sep 2020 09:39
    Bagikan:  
Akibat Kemarau, Perumbah AM TBW Kota Sukabumi Lakukan Penggiliran Air
Direktur Perumdam AM TBW Kota Sukabumi, Abdul Kholik, saat memantai debit air di sumber Cinumpang.

SUKABUMI, (POSKOTAJABAR)

Sejumlah Wilayah di Kota Sukabumi mengalami penggiliran pasokan air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumdam AM TBW) Kota Sukabumi. Hal itu terjadi karena adanya penurunan debit di beberapa sumber mata air perusahaan milik pemerintah setempat.

Direktur Perumdam AM TBW Kota Sukabumi, Abdul Kholik, mengatkan penggirilan air dilakukan dengan dua jadwal yakni, mulai pukul 17:00 sampai 06:00 WIB dan 06:00 sampai 17:00 WIB.

Artinya daerah yang telah menerima pasokan di jam 17:00 sampai 06:00 tidak akan mendapatkan pasokan di jadwal berikutnya.

 

"Penggiliran pasokan air ini terjadi di semua cabang Perumdam AM TBW," ujar dia saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Selasa (14/9/2020).

 

Diantara wilayah yang terdampak penggiliran air yaitu, wilayah JL. Sukaraja, Jalan Cimuncang, Perum Sukaraja Regency, Kampung Ngaweng dan sekitar nya, wilayah ini mendapatkan jadwal dari pukul 17:00 hingga 06:00 WIB. Sedangkan untuk daerah JL. Cimandiri  Kota Paris, Perum Surya Indah, Jalan Tipar, Jalan Pemuda, Jalan Otista, dan sekitar nya, mendapat giliran pada pukul 06:00 hingga 17:00 WIB.

 

"Kami mohon maaf jika pelayanan tidak normal. Karena debit air yang kecil, jam operasional jadi berkurang," katanya.

 

Abdul menjelaskan, penurunan debit air terjadi hampura di seluruh sumber mata air milik Perumdam AM TBW. Untuk sumber mata air Batu karut, pada saat normal debitnya mencapai 150 Liter per detik, tapi saat ini hanya 50 liter per detik. Kemudian sumber mata air

Cigadok, dalam kondisi normal 50 liter perdetik, sekarang tinggal 30 liter perdetik. Begitupun dengan sumber mata air Cinunpang yang dalam kondisi normal menghasilkan 250 liter perdetik saat ini debit nya hanya mencapai 200 liter perdetik.

 

"Kindisi ini telah terjadi sejak kamarau sekitar bulan Juli lalau," pungkasnya. (Hendra)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait