Mang Ogel, Hidup Bahagia Tidak Harus Menunggu Kaya Dulu

Gaya Hidup —Jumat, 30 Oct 2020 18:52
    Bagikan:  
Mang Ogel, Hidup Bahagia Tidak Harus Menunggu Kaya Dulu
Mang Ogel tengah menunjukkan kebolehannya bernyanyi karaoke. (Foto: Yan)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.

Hidup bahagia kata Mang Ogel (51), tidak harus menunggu kaya dahulu. Jadi, pengamen jalanan pun hidup bisa bahagia.

Itulah sebabnya, Mang Ogel memilih pekerjaan menjadi pengamen jalanan. Karena, kegiatan yang dijalani sejak 4 tahun silam itu diyakini bisa menghibur orang lain sekaligus membahagiakan diri.

"Bahagia bukan karena banyak harta, tapi karena setiap hari bisa bernyanyi menghibur warga jadi pengamen," ujarnya sambil tersenyum.

Menekuni pekerjaan jadi pengamen diakui Mang Ogel gampang-gampang susah, karena sebelum terjun menjadi pengamen itu harus berlatih terlebih dahulu.

“Saya latihannya cukup lama, sekitar setengah tahun. Awal menyanyi malu-malu,  lama-lama  terbiasa,” ujarnya.

Dikatakan, orang menyanyi itu kan syaratnya hatinya harus bahagia dulu. Jadi sebelum membahagiakan orang lain terlebih dahulu hati ini harus bahagia.

“Mana mungkin orang sedang bersedih bisa menyanyi," ujarnya.

POSKOTAJABAR menjumpai Mang Ogel yang kebetulan sedang mengamen di lingkungan pemukiman warga di Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Indramayu, Jawa Barat. Suara sound system berirama dangdut cukup jelas terdengar, walaupun dari jarak sekitar 20 meter. Rupanya, Mang Ogel sedang memamerkan kemahirannya, bernyanyi lagu Dangdut Pantura di depan ibu-ibu yang tengah beristirahat di depan teras rumahnya.

Suara vocal Mang Ogel terdengar merdu. Karenanya tidak heran jika ibu-ibu menyukai kehadiran Mang Ogel menyanyikan lagu dangdut dengan berkaraoke.  

Lagu-lagu yang dinyanyikan Mang Ogel kebanyakan berirama Tarling Dangdut atau biasa disebut musik Dangdut Pantura. Ada sejumlah lagu yang sudah dihafal Mang Ogel.

“Pengamen itu harus hafal lagu-lagu, supaya yang mendengarkan tidak bosan,” katanya.

Kenapa lagu-lagu yang dibawakan harus bersyair Dangdut Pantura, lanjut Mang Ogel, karena masyarakat Indramayu, Jawa Barat khususnya lebih menyukai lagu-lagu berlirik Bahasa Jawa atau Dermayon.

Kata Mang Ogel, walaupun sebagian besar masyarakat  menggemari lagu berirama Dangdut Pantura, tapi beberapa lagu berirama Dangdut Nasional juga wajib dihafal.

"Namanya orang di kampung banyak juga yang menyukai lagu-lagu Dangdut Nasional, khususnya lagu-lagu lawas," katanya.

Mang Ogel ngamen atau mencari rezeki dari satu pintu rumah ke pintu rumah lainnya.

"Saya tidak ngamen di bus, karena tenaga sudah tidak memungkinkan lagi. Ngamen di bus itu harus berlari-lari agar bisa naik bus. Kalau ngamennya dari rumah ke rumah, tidak perlu harus berlari-lari, cukup berjalan kaki keluar-masuk kampung," katanya.

Ditanya tentang hasil keringat, kata Mang Ogel, kalau ngamennya sedang ada keramaian upacara adat hasilnya lumayan bisa di atas Rp 100 ribu, hanya dalam waktu-waktu saja.  Biasanya ngamennya mulai pagi pukul 06.30 WIB dan selesai siang hari. (Yan)

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait