Sempat Beredar di Masyarakat, Disperindag Karawang Anulir Surat Edaran Larangan Perdagangkan Produk Prancis

Jawa Barat —Jumat, 6 Nov 2020 13:33
    Bagikan:  
Sempat Beredar di Masyarakat, Disperindag Karawang Anulir Surat Edaran Larangan Perdagangkan Produk Prancis
Surat edaran Disperindag Karawang yang dianulir. (foto:asl)



KARAWANG, POSKOTAJABAR.


Publik di Karawang dihebohkan dengan beredarnya foto surat edaran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, perihal imbauan untuk tidak memperdagangkan barang/produk Negara Prancis di Karawang. Namun, ternyata Disperindag sendiri mengaku sudah menganulir surat tersebut.

"Anggap saja surat edaran itu tidak ada. Memang sempat dibuat, namun kita tahan karena belum mendapat persetujuan dari steakholder (pemangku kebijakan) di atasnya," kata Kepala Disperindag Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto melalui telepon, Jumat (06/11/2020).


Surat edaran dari Diperindag tertanggal 5 November 2020 yang sudah ditandatangani Kepala Disperindag Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto itu memang menuai kebingungan publik yang sudah kadung mengetahui surat edaran itu. Lantaran, banyak sekali produk dari perusahaan asal Prancis yang beredar di Kabupaten Karawang.

Jika melihat dari surat itu, memang ditujukan untuk para pelaku usaha perdagangan dari mulai hypermarket hingga pasar rakyat.


"Kita tidak jadi mengedarkan surat itu. Jadi memang belum dikirimkan kepada para pelaku usaha," jelas Suroto.

Jika dilihat ke belakang, surat edaran tersebut muncul karena dilatari oleh desakan dari Aspika (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati Karawang pada 4 November 2020 kemarin.
Rabu (04/11/2020).


Mereka menuntut Pemkab Karawang mengeluarkan surat edaran agar produk perancis tidak dijual di supermarket dan minimarket di Karawang untuk sementara waktu. Selain itu, Aspika juga meminta masyarakat Karawang tidak membeli produk Prancis dan mengganti dengan produk lainnya yang sejenis. Mereka menilai seluruh umat Islam termasuk juga yang berada di Karawang merasa terhina dengan pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Marcon yang melecehkan umat Islam. (asl)

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait