Inilah Reaksi Kedua Paslon Pilkada Pangandaran jika Debat Publik Digelar di Bandung

Nasional —Sabtu, 7 Nov 2020 08:27
    Bagikan:  
Inilah Reaksi Kedua Paslon Pilkada Pangandaran jika Debat Publik  Digelar di Bandung
Calon Bupati Pangandran Jeje Wiradinata dan Calon Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan . (foto:dry)
 

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.
Calon Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata dari pasangan JUARA nomor urut 1 tidak setuju jika pelaksanaan debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2020 digelar di Bandung.

"Sebagai calon saya kecewa pelaksanaan debat publik di Bandung, saya ingin di Pangandaran saja," ujar Jeje kepada wartawan setelah melaksanakan agenda kampanye, Jumat (06/11/2020).

Menurut Jeje, adanya rangkaian debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran salah satu upaya agar rakyat harus yakin satu sama lain.

"KPU Pangandaran jangan asal melaksanakan agenda debat, yang harus jadi ukuran adalah bagaimana masyarakat Pangandaran merasa memiliki dan ruh Pilkada itu mengena," katanya.

Kata dia, Jika pelaksanaan debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran digelar di Bandung, tujuan utama Pilkada akan hilang.

"Kami sebagai peserta akan menawarkan konsep pemikiran dan gagasan untuk masyarakat, tolong alihkan agenda itu di Pangandaran," pintanya.

Pada Pilkada tahun 2015, kata Jeje,  pelaksanaan debat digelar di Pangandaran, dengan dilaksanakan debat di Bandung jadi sebuah pertanyaan.

"Kabupaten/Kota lain juga dilaksanakan di tempatnya masing-masing, contoh Tasikmalaya," tambahnya.

Jeje Wiradinata menyebutkan, nuansa debat untuk kepentingan masyarakat akan hilang jika digelar di Bandung. Padahal, zaman sekarang tekhnologi sudah cangih dan modern, lakukan saja debat dengan life streaming atau daring dan dilakukan di Pangandaran biayanya pun akan murah dan peralatannya tidak terlalu rumit.

"Ngapain kita cape-cape debat di Bandung, Pilkada ini kan untuk rakyat Pangandaran," tandasnya.

Sementara itu. Ketua tim Pemenangan pasangan AMAN, Taufik Martin juga menyampaikan keberatan.

"Kan Pilkadanya di Pangandaran bukan di Bandung," cetusnya.
Pertimbanganya, menurut dia, soal biaya akomodasi ke Bandung dan biaya lainnya. Selain itu masa Pandemi Covid-19 juga harus menjadi pertimbangan.

"Mending dilaksanakan di Pangandaran saja," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Pangandaran Muhtadin mengatakan bahwa belum ada keputusan resmi tempat pelaksanaan debat calon tersebut.

"Jadi bisa saja di Pangandaran atau di Bandung," katanya.

Kata dia, jika pelaksanaan debat tersebut jadi dilaksanakan di Pangandaran pun, tidak bisa dihadiri oleh peserta yang banyak.

"Jadi debat ini akan dilaksanakan di televisi swasta dan saat ini masih lelang, yang bisa menghadiri pun hanya dua pasangan calon, beberapa perwakilan tomses, Bawaslu dan Komisioner KPU," terangnya.

Jadi, kata dia, rencana pelaksanaan debat di Bandung itupun, baru sebagai gambaran saja.

"Penyiaran di televisi swasta ini, agar semua masyarakat Pangandaran bisa menyaksikan lewat televisi ataupun media sosial, tanpa harus hadir di lokasi, karena saat ini sedang Pandemi," sebutnya.

Dia mengaku, sampai saat ini  belum berkoordinasi dengan timses calon, soal rencana pelaksanaan debat calon ini.

"Karena masih lelang," tandasnya. (dry)
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait