Pemkot Cimahi Meraih Peringkat ke Tiga Penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi

Jawa Barat —Selasa, 10 Nov 2020 21:06
    Bagikan:  
Pemkot Cimahi Meraih Peringkat ke Tiga Penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi
Walikota Cimahi, Ir. H.Ajay Mochamad Priatna (tengah) sedang melakukan virtual zoom. (Foto: Bagdja)
CIMAHI, POSKOTA JABAR.
Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi kembali memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat. Dalam Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Tahun 2020 Kota Cimahi meraih peringkat ke tiga.
Ini kali, apresiasi tersebut diberikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Republik Indonesia.

Kota Cimahi menempati peringkat ke tiga Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif (APDI) yang digelar sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hartekna) ke-25 Tahun 2020. Pemberian penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil seleksi dan verifikasi dari data dukung pengisian indikator Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) secara daring, yang telah diselenggarakan sampai dengan tanggal 11 September 2020, dimana Kota Cimahi berhasil masuk kedalam enam besar finalis untuk kategori kota.
Kemudian Pemkot Cimahi diundang untuk memberikan paparan di hadapan Tim Juri, sebagai bagian dari proses seleksi untuk menetapkan penerima APDI Tahun 2020. “Hari ini,  Kemenristek (BRIN) resmi mengumumkan pemenangnya dan Kota Cimahi mendapatkan posisi yang ke tiga. Terima kasih kepada semua mitra kerja Pemerintah Kota Cimahi yang sudah membuat beberapa inovasi yang membantu masyarakat Kota Cimahi,” ujar Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, usai mengikuti Pembukaan Inovasi Indonesia Expo 2020, Artificial Intelligent Summit 2020, dan Pemberian Anugerah Inovasi secara virtual.
Acara tersebut dihadiri dan diikuti  pula oleh Presiden RI, Ir. H. Joko WIdodo, pada Selasa (10/11) melalui teleconference via aplikasi Zoom. 
Dikatakan Ajay, IDSD merupakan instrumen yang diterbitkan oleh Kemenristek/BRIN untuk mengukur peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peranan kepemimpinan daerah dalam memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya. Keikutsertaan Kota Cimahi dalam kompetisi IDSD pada tahun 2020 ini merupakan yang kedua kalinya. 
Sebelumnya, pada tahun 2019, Kota Cimahi mengajukan 47 inovasi unggulan untuk dijadikan bahan penilaian dan berhasil memperoleh peringkat indeks daya saing tertinggi di Indonesia, sehingga berhak mendapatkan Anugrah Budhipraja. 
Adapun untuk tahun 2020 ini, Pemkot Cimahi mengajukan 58 inovasi unggulan untuk dijadikan bahan penilaian, dimana 7 (tujuh) diantaranya adalah inovasi unggulan terkait penanganan Covid-19 yang ternyata menjadi salah satu faktor penentu hasil akhir penilaian.
“Pencapaian ini sangat bergengsi karena alat ukur yang digunakan adalah alat yang resmi, valid, terstandarisasi,dan digunakan oleh semua daerah di Indonesia. Jadi ini real dan terukur,” tjelas  Ajay.  
Diakui Ajay, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Cimahi, terutama untuk memulihkan perekonomian dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemik. Untuk itulah, Ajay mendorong seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja sama lebih erat lagi dengan para stakeholders pembangunan kota baik perguruan tinggi lokal, komunitas, maupun pelaku usaha besar dan UKM.
“Harapan ke depan, dengan mendapatkan predikat ke tiga ini, inovasi-inovasi yang baru akan kita buat dan laksanakan, yang semata-mata ditujukan buat kepentingan masyarakat Kota Cimahi. Sekali lagi, terima kasih kepada Kemenristek [BRIN] yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Cimahi,” papar Ajay. (Bagdja)









Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait