Resmi, Provinsi Aceh dan Sumatera Utara Menjadi Tuan Rumah PON XXI/2024

Olah Raga —Minggu, 22 Nov 2020 17:09
    Bagikan:  
Resmi, Provinsi Aceh dan Sumatera Utara Menjadi Tuan Rumah PON XXI/2024
Menpora Zainudin Amali menyerahkan SK Penetapan Provinsi Aceh dan Sumut Tuan Rumah PON) XXI tahun 2024. (Foto: Ist.)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.

Menpora Zainudin Amali menyerahkan Surat Keputusan (SK) No. 71 Tahun 2020 tentang Penetapan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Proses penyerahan diberikan kepada Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dan selanjutnya dilanjutkan kepada perwakilan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, di Wisma Menpora Senayan Jakarta Pusat.

"SK penetapan tuan rumah PON XXI tahun 2024 memang terasa cukup lama. Karena memang aturan lama hanya mengenal satu Provinsi untuk menjadi tuan rumah. Tapi saat ini tempatnya ada di dua Provinsi, sehingga kalau dipaksakan jalan dengan aturan awal akan bermasalah. Maka kami upayakan untuk revisi aturan PP Nomor 17 tahun 2007. Alhamdulillah sudah selesai," ucap Menpora Zainudin, saat penyerahan SK Penetapan tuan rumah PON 2024.

Baca juga: Uji Publik Grand Desain Keolahragaan Nasional Terus Dilakukan oleh Kemenpora

Dengan sudah diterimanya SK, kedua provinsi segera duduk bersama, sinergi, dan terus berkoordinasi dengan KONI Pusat dan daerah, sehingga semua bisa direncanakan dengan baik yang usai gelaran tidak menyisakan permasalahan.

"Ini sejarah, pengalaman pertama PON diselenggarakan secara bersama, dan kepercayaan diberikan kepada Aceh dan Sumut," ucap Menpora RI.

Menpora mengingatkan, karena ini pertama dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, maka keduanya memiliki kesetaraan, harus padu termasuk dengan KONI Aceh dan KONI Sumatera Utara. Kemenpora akan memantau terus yang secara teknis dijalankan oleh KONI Pusat.

Pesan penting yang kedua adalah tentang pembangunan venue dan pengelolaan pasca penyelenggaraan. Seluruh fasilitas yang dibangun harus didesain dengan memperhatikan standar internasional. Sehingga, sarana prasarana yang ada tidak berhenti usai PON, tapi bisa secara berkesinambungan dimanfaatkan untuk event-event dan tempat pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingin Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Pesan tersebut seiring banyaknya realita bahwa pembangunan yang menggebu dari PON-PON sebelumnya, menyisakan venue-venua atau sarana prasarana yang kurang bermanfaat setelahnya.

"Euforia biasanya pada saat membangun, namun tidak dipikirkan setelahnya dipakai untuk apa. Perlu dipikirkan, bagaimana menggabungkan dengan kegiatan ekonomi, kesehatan, dll sehingga akan terus hidup dan bermanfaat," paparnya.

Kadispora Provinsi Aceh, Dedy Yuswandi mengatakan, sudah lama menunggu SK tersebut. Pasalnya, Aceh disebut sudah menyiapkan lahan yang akan dibangun menjadi fasilitas dan venue olahraga untuk PON 2024 mendatang. Bahkan, dari 110 hektare lahan yang sudah disiapkan, pemerintah Aceh telah menambah 60 hektare lahan lain yang akan dibebaskan untuk dibangun Stadion Utama.

"Kami sudah sangat siap dengan segala persiapan menjadi tuan rumah PON 2024. Dengan keluarnya SK ini, kami tetap meminta dukungan pemerintah pusat, bukan hanya anggaran tapi juga teknis supaya penyelenggaraan PON Aceh dan Sumut bisa terselenggara dengan baik," ujar Dedy.

Baca juga: Bambang Soesatyo Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum PP IMI 2021-2024

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, R. Sabrina, menyebut sangat berterima kasih atas penunjukkan daerahnya sebagai tuan rumah PON 2024. Seperti Aceh, Sumut juga mengaku sudah mulai persiapan pembangunan fasilitas olahraga.

"Seluas 300 hektare kawasan olahraga Sumut telah kami selesaikan. Master plan sudah kami buat dan sudah kami diskusikan, terkait desain yang saat ini sudah mulai kami kerjakan. Kami perlu belajar dari pengalaman provinsi lain, agar pasca event nanti venue kita bisa tetap dimanfaatkan dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan provinsi," jelas Sabrina. (bu/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait