869 Buruh Kabupaten Bekasi Terpapar Covid 19, Tersebar di 46 Perusahaan

Jawa Barat —Selasa, 22 Sep 2020 17:03
    Bagikan:  
869 Buruh Kabupaten Bekasi Terpapar Covid 19, Tersebar di 46 Perusahaan
Jubir Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah. foto by Poskota.co.id

BEKASI - Sebanyak 869 buruh di Kabupaten Bekasi terpapar Covid 19. Para buruh tersebut berasal dari 46 perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Angka itu diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah."Angka hari ini ada 869 warga Kabupaten Bekasi yang positif dari 46 perusahaan," kata Alamsyah, Selasa (22/9/2020).

Alamsyah menuturkan, angka itu terhitung sejak awal pandemi corona hingga saat ini. Setiap perusahaan berbeda-beda jumlah karyawan yang terpapar virus corona. Pabrik PT Epson, kata Alamsyah, menjadi klaster industri terbesar.

Sebelumnya, sebanyak 242 karyawan PT LG Electronics terinfeksi virus corona, lalu PT NOK Indonesia sebanyak 150 karyawan terpapar virus corona.

"Jadi memang ini (Epson) klaster terbesar, kita ketahui juga perusahaan besar dengan jumlah karyawan 13.000 lebih," ucapnya.

Alamsyah menambahkan, 46 perusahaan itu berlokasi di dalam maupun di luar kawasan industri. Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi juga masih terus melakukan penanganan berupa tracing kontak erat pasien positif Covid-19 klaster industri.

Alamsyah mengungkapkan, wilayah paling mendominasi sebaran kontak erat pasien positif Covid-19 klaster industri ada di Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, dan Cibitung.

"Memang wilayah sebarannya itu di sekitar di situ, area lokasi pabrik-pabriknya maupun tempat tinggal pekerja. Maka terus ditracing oleh puskesmas semua yang kontak erat," ucapnya.

Alamsyah juga meminta perusahaan terus melakukan pengawasan ketat protokol kesehatan terhadap karyawannya baik di area pabrik maupun di luar jam kerja.

"Diluar jam kerja seperti perintah Gubernur Jawa Barat dibuatkan buku harian aktivitas karyawan di luar kantor," ata Alamsyah.

"Jadi harus tetap terkontrol jangan sampai dari luar membawa virus ke dalam," pungkasnya.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait