PT KAI Mewajibkan Penumpang Menunjukkan Surat Bebas Covid-19

Jawa Barat —Jumat, 18 Dec 2020 15:27
    Bagikan:  
PT KAI Mewajibkan Penumpang Menunjukkan Surat Bebas Covid-19
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa. (ist.)

POSKOTAJABAR, DEPOK. 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, mewajibkan para penumpang menunjukan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR atau Rapid Test Antibodi), terutama bagi pengguna perjalanan kereta api jauh. Demikian diutarakan Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, dalam siaran persnya.

"Mengacu pada Surat Edaran (SE) 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas Covid-19 Tanggal 26 Juni 2020, masyarakat yang menggunakan KA jarak jauh harus menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test Antibodi,"ujarEva Chairunisa dalam siaran pers, Jumat (18/12/2020) pagi.

Terkait Kebijakan Swab Antigen, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Pemerintah. Ia menyebutkan, KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah. Pihaknya turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

BACA JUGA:  Jelang Nataru, Petugas Gabungan di Kota Banjar Gelar Razia, Inilah Sasarannya?

Jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan mengikuti ketetapan dari pemerintah, maka PT KAI akan segera melakukan sosialisasi. KAI tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan yaitu dengan menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta. Menciptakan jarak antarpenumpang di lokasi antrean dan berbagai area pelayanan seperti ruang tunggu hall serta peron, musholla, toilet, dan lain2. 

"Dalam kereta untuk tetap melakukan penjagaan jarak antarpenumpang serta pembatasan tiket yang dijual juga dilakukan yaitu hanya 70% dari kapasitas tempat duduk," tuturnya.

Selain itu, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang, juga dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

“Sebelum melakukan perjalanan KA, kami juga memastikan setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), melalui pengukuran suhu badan dengan ketentuan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius,” tegasnya.

BACA JUGA:  Polsek Pangandaran Polres Ciamis Tindak 77 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan

Jika kedapatan penumpang memiliki suhu tubuh diatas suhu normal tersebut,  maka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan biaya tiket akan dikembalikan 100 persen. Pelanggan juga diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di area Stasiun. 

"Kita bagikan juga face shield kepada penumpang untuk digunakan pada saat perjalanan dalam KA. Sementara pengguna juga dihimbau menggunakan pakaian lengan panjang dan memastikan pengguna sehat sepanjang perjalanan,”jelas Eva.

Selain itu, petugas di atas KA akan memeriksa suhu tubuh setiap 3 jam sekali dan membersihkan area yang sering disentuh oleh pelanggan dengan cairan pembersih mengandung disinfektan setiap 30 menit sekali. PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan protokol kesehatan ketat dijalankan, baik di stasiun dan di dalam rangkaian KA. (angga/tri)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait