Warga dan Wisatawan yang Menemukan Benda Sejarah Diminta Melaporkan Kepada BPCB

Jawa Barat —Sabtu, 19 Dec 2020 06:34
    Bagikan:  
Warga dan Wisatawan yang Menemukan Benda Sejarah Diminta Melaporkan Kepada BPCB
Pencari Logam mulia Ujang Iwan Setiawan (32) warga Dusun Pasar Ikan Rt 04/08 Desa Pangandaran saat menunjukan proyektil dan selongsong peluru yang diduga milik peninggalan tentara jepang pada tahun 19

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Koordinator Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Pangandaran mengimbau dan meminta kepada warga masyarakat Pangandaran maupun Wisatawan yang kebetulan menemukan benda-benda sejarah untuk segera melaporkan kepada pihaknya.

Salah seorang Juru Pelihara BPCB Pangandaran, Abdul Rosid mengatakan, ya kalau untuk  barang-barang yang ditemukan oleh masyarakat maupun wisatawan wajib dilaporkan kepada pihak BPCB.







"Bagi yang mau melaporkan penemuan benda sejarah ke BPCB bisa menghubungi saya di nomor 0821.2662.5222 dan nanti bisa kita hubungkan langsung kepihak pusat siapa tahu itu ada untuk ditindaklanjuti oleh pihak bersangkutan," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Jumat (18/12/2020).

Kata dia, kedepannya bakal ada wacana pemberian kadeudeuh (hadiah) bagi warga yang menemukan benda sejarah dan melaporkannya ke BPCB.







"Dari Pemerintah itu pasti ada suatu penghargaan, berupa apakah bentuk uang, piagam ataupun pekerjaan. Apalagi kalau nanti ada museum, biasanya barang hasil penemuannya di simpan dan yang menemukan juga bisa ditawarkan sebagai pekerjaan," tuturnya.

Rosid mengharapkan, secepatnya  dibangun permuseuman dan juga di sini juga BPCB belum mempunyai kantor, jadi diharapkan BPCB segera memiliki kantor.






"Supaya nanti ada sinergis dengan Pemda Pangandaran, kalau ada masyarakat yang menemukan benda-benda bersejarah jangan sampai langsung ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan itu bisa berbahaya," jelasnya.

Menurut dia, benda yang ditemukan itu pastinya sangat besar sekali nilai-nilai sejarahnya.

"Jadi kita harus benar-benar menjaga dari kebendaan kepurbakalaan tersebut," pungkasnya. (dry)







Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait