19 Kecamatan di Jabar Belum Punya SMA SMK Negeri Maupun Swasta

Jawa Barat —Senin, 21 Dec 2020 16:23
    Bagikan:  
19 Kecamatan di Jabar Belum Punya SMA SMK Negeri Maupun Swasta
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya. (foto: Aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provisi Jawa Barat (Jabar), mengungkap ada 19 kecamatan yang hingga saat ini belum juga memiliki SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. Pendidikan untuk semua sebagaimana visi Gubernur Jabar masih terkendala geografis wilayah.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, data tersebut berdasarkan Statistik Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) 2019-2020 yang diterima wakil rakyat dari Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Jabar tentang sebaran SMA dan SMK.







"Statistik Pusdatin ini menggambarkan, ternyata dari kecamatan-kecamatan yang ada di Jabar itu mash ada 19 kecamatan yang tidak memiliki SMA dan SMK baik negeri maupun swasta," kata pria yang akrab disapa Gus Ahad, Senin (21/12/2020).

Dari ke-19 kecamatan yang tidak memiliki SMA dan SMK negeri maupun swasta, adalah: Kecamatan Taleun di Kabupaten Cirebon. Kecamatan Banjar Anyar, Sukamantri, dan Tambasari di Kabupaten Ciamis. Kecamatan Pangatikan di Kabupaten Garut. Kecamatan Ganeas, Cisitu, Cisarua, dan Jatigede di Kabupaten Sumedang. Kecamatan Cipicung, Cimahi, Kalimanggis, Nusa Herang, Karang Kencana, Cibeureum, Haltaras, dan Cilebat di Kabupaten Kuningan. Kecamatan Mondok Salam di Kabupaten Purwakarta. Dan Kecamatan Cimanggu di Kabupaten Sukabumi.











Gus Ahad menerangkan dari 19 kecamatan itu diprediksikan akan ada penambahan jumlah penduduk usia sekolah sekitar 17.139 orang.

"Saya terkejut selama menjadi anggota DPRD, kami baru kali ini tahu ada data yang demikian. Berarti ada 19 kecamatan di Provinsi Jawa Barat daerah penyangga Ibu Kota ternyata tidak punya SMA dan SMK negeri maupun swasta," jelasnya.

Lebih jauh, Gus Ahad mengungkapkan bahwa DPRD Jabar juga menemukan fakta yang menjadi masalah besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Masalah itu adalah masih ada 217 kecamatan tanpa SMA Negeri, 238 kecamatan tanpa SMA Swasta.






 



Tak hanya SMA, Gus Ahad menyebut ada 378 kecamatan tanpa SMK negeri, dan 61 kecamatan tanpa SMK Swasta.

"Jadi, kalau melihat visi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang sekarang ini dijadikan prioritas bahwa pendidikan itu untuk semua, maka akses pendidikan untuk semua berarti ini kita punya masalah besar bahwa pemerataan pendidikan secara geografis di Jabar ini masih belum tercapai," ungkapnya.

Oleh karena itu, ucap Gus Ahad, Komisi V akan terus memperhatikan permasalahan ini karena seharusnya di Jabar tidak ada kecamatan yang tidak ada sekolah SMA dan SMK-nya.




 



Dia juga meminta kepada stake holder terkait untuk membenahi dan memebuhi blank spot skolah SMA dan SMK.

"Masih ada ratusan kecamatan tidak punya sekolah negeri SMA maupun SMK negeri di kecamatan itu," ucapnya.

"Semoga ini bisa menjadi sebuah komitmen dari semua pihak agar pembangunan pemerataan pendidikan di Jawa Barat bisa kita kejar," tutupnya.(Aris).





Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait