Gibran Rakabuming Membantah Terlibat Dalam Kasus Pengadaan Goodie Bag

Jawa Barat —Senin, 21 Dec 2020 16:50
    Bagikan:  
Gibran Rakabuming Membantah Terlibat Dalam Kasus Pengadaan Goodie Bag
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, membantah terlibat dalam pengadaan goddie bag untuk Kemensos. (voaindonesia)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, membantah terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Ia membantah telah merekomendasikan sebuah perusahaan yang menyediakan tas atau goodie bag (tas jinjing) untuk bantuan sosial (bansos) yang diselenggarakan oleh Kemensos.

“Itu nggak bener itu. Saya tuh tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Apalagi, merekomendasikan goodie bag. Nggak pernah seperti itu. Berita yang tidak benar, yah. Nanti silahkan aja di-cross check ke KPK,” kilah Gibran Rakabuming, ketika ditanya para wartawan, Senin (21/12/2020).

Pernyataan Gibran disampaikan menyusul adanya berita yang menyebutkan bahwa ia turut campur dalam masalah pembagian bansos. Khususnya, ia dituduh terlibat dalam pengadaan goodie bag. Pengadaan tas jinjing itu, seperti disebutkan dalam laporan khusus Majalah Tempo dilakukan oleh sebuah perusahaan tekstil. Gibran meminta untuk dilakukan cek ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

BACA JUGA:  DPR RI Mendesak Pemerintah Segera Menyelesaikan Penangguhan Penempatan PMI oleh Taiwan

Di dalam laporan khusus khas Majalah Tempo itu, disebutkan Gibran yang namanya disamarkan sebagai “Anak Pak Lurah” memberi rekomendasi atau meminta untuk memasukan nama sebuah perusahaan tekstil PT Sritex yang menyediakan goodie bag itu.

Sehingga, atas rekomendasi itu, pada akhir April lalu, Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, menyatakan telah mengajak perusahaan yang berbasis di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu memproduksi tas.

Juliari P. Batubara sendiri akhirnya tertangkap tangan KPK menyusul anak buahnya salah seorang pejabat pembuat komitmen (PPK) yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

 “Sebaiknya cross check ke Sritek. Kayanya pihak Sritek juga sudah mengeluarkan statement. Jadi, itu berita-berita yang tidak benar dan tidak bisa dibuktikan ya. Kalau mau korupsi, kok kenapa korupsinya baru-baru sekarang. Nggak dulu-dulu ya. Nggak, saya nggak pernah seperti itu. Kalau pengen proyek, ya proyek yang gede-gede. PLN, Pertamina, jalan tol itu pun nilainya triliunan. Saya nggak pernah seperti itu. Apalagi, ikut campur seperti itu. Silahkan nanti di cross check saja ke pihak Sritek dan KPK. Saya nggak pernah yang namanya ikut campur seperti itu,” tandas pria yang baru terpilih jadi Walikota Solo itu.

BACA JUGA:  WANI Mengklaim Banyak Cukup Bukti Kecurangan Ajukan ke MK

 Saat wartawan bertanya dana kampanye saat ia menyalonkan diri menjadi Walikota Solo, Gibran menjawab, “Loh kan bisa dicek sendiri. Dicek semua LHKPN dana kampanye semuanya bisa dicek online. Silahkan nanti cek ke Bu Roro. Kita nggak pernah ada yang namanya ditutup-tutupi.”

Bantahan Gibran ini juga beredar di berbagai media sosial seperti di Grup WA dan lain-lain. (nang’s)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait