Polsek Cipondoh Mengungkap Rumah yang Dijadikan Gudang Penyimpanan Obat Terlarang

Kriminal —Senin, 21 Dec 2020 18:22
    Bagikan:  
Polsek Cipondoh Mengungkap Rumah yang Dijadikan  Gudang Penyimpanan Obat Terlarang
Polsek Cipondoh menunjukkan bawang bukti obat terlarang yang disita dari gudang penyimpanand di Cipondoh Tangerang, Banten. (Toga)

POSKOTAJABAR, TANGERANG.

Polsek Cipondoh mengungkap rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat terlarang dengan daftar G di Jalan KH Hasyim Ashari Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan kasus itu, pihak polisi menangkap dua orang dan menyita puluhan ribu butir pil terlarang.

Kapolsek Cipondoh, AKP Maulana Mukarom, mengatakan, pengungkapan yang dilakukan pihaknya pada Sabtu, (19/12/2020) berhasil menyita 48.000 eximer dan 35.750 tramadol.

"Obat-obatan daftar G ini rencanannya akan diedarkan saat malam tahun baru," ujar Maulana, Senin, (21/12/2020).

BACA JUGA:  Komnas HAM Akan Cek Mobil Polisi dan FPI Sekaligus Periksa Senpi

Maulana mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat bahwa lokasi tersebut sering dijadikan peredaran obat terlarang. Mendapat laporan tersebut, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang tersangka, yakni KR dan NR, beserta puluhan ribu pil terlarang tersebut.

"Kami langsung melakukan penyelidikan dan di lokasi itu kami tangkap dua tersangka serta ditemukan dua dus berisikan 48.000 butir eximer," katanya.

Berdasarkan keterangan dua pelaku, polisi lalu melakukan pengembangan kasus dan memburu tersangka lain berinisial SB yang kini buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

BACA JUGA:  Salah Satu Staf Disdik KBB Meninggal Terpapar Covid-19, Kantor Disdik Tertutup untuk Umum

"Kemudian, kami mendatangi rumah yang diduga dijadikan sebagai gudang menyimpan obat terlarang itu dan diamankan 143 pack berisikan 35.750 butir tramadol, 1000 butir eximer dan kedua pelaku kita bawa ke Mapolsek Cipondoh," ungkapnya.

Kedua pelaku disangkakan Pasal 197 subs Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. (toga/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait