Beberapa Negara Membatalkan dan Menutup Penerbangan ke Inggris Menyusul Ditemukannya Virus Corona Baru

Jawa Barat —Senin, 21 Dec 2020 20:14
    Bagikan:  
Beberapa Negara Membatalkan dan Menutup Penerbangan ke Inggris Menyusul Ditemukannya Virus Corona Baru
Pesawat Saudi Arabia menutup penerbangannya ke Inggris untuk sementara waktu. (ihram.co.id)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Beberapa negara membatalkan dan menutup penerbangan ke Inggris, menyusul ditemukannya jenis virus corona baru di Inggris. Beberapa negara yang sudah menutup penerbangannya ke negerinya Pangeran Charles itu adalah Arab Saudi, Turki, Maroko, dan beberapa negara lainnya.

Pemerintah Arab Saudi menutup perbatasan daratnya, termasuk menangguhkan penerbangan internasional selama satu minggu, setelah ditemukannya jenis virus corona baru di Inggris. Demikian disampaikan laporan Saudi Press Agency (SPA), mengutip sumber kementerian dalam negeri setempat. Sumber tersebut mengatakan bahwa larangan baru dapat diperpanjang selama satu minggu lagi.

Semua orang yang telah tiba di Arab Saudi dari negara-negara Eropa, serta negara-negara lain tempat virus corona baru muncul, harus mengisolasi diri di rumah selama dua minggu. Mereka yang telah mengunjungi negara-negara ini dalam tiga bulan terakhir perlu menjalani tes Covid-19.

Sementara itu, otoritas Turki mengatakan bahwa penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan ditangguhkan sementara.

BACA JUGA:  BIN Membantah Berita yang Menyebutkan Ada Anggota BIN yang Tertangkap oleh FPI

“Telah dilaporkan bahwa tingkat penularan telah meningkat di Inggris dengan mutasi virus corona. Di bawah instruksi Presiden kami dan berkoordinasi dengan Kementerian Transportasi dan Infrastruktur kami, penangguhan sementara telah dikeluarkan untuk penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan ke negara kami,” ujar Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca di Twitter.

Penerbangan khusus akan diatur untuk membawa warga Turki kembali ke rumah di tengah larangan baru tersebut.

"Dalam lingkup tindakan yang diambil atas risiko mutasi yang berasal dari Inggris, semua penumpang akan diuji dan aturan karantina akan diterapkan untuk penerbangan yang masih dalam perjalanan," kata Koca di Twitter.

Maroko mengatakan, pihaknya menangguhkan lalu lintas udara dengan Inggris mulai Minggu malam. Durasi larangan tidak diumumkan, menurut kantor berita MAP.

Pada hari Sabtu, pejabat kesehatan Inggris mengumumkan bahwa negara tersebut telah mengidentifikasi varian baru dari virus corona yang 70 persen lebih dapat ditularkan daripada jenis virus Sars-Cov-2 lainnya.

BACA JUGA:  Polri Harus Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Jelang Nataru 2021

Pemerintah Inggris praktis mengunci beberapa bagian negara, termasuk London, setelah mengakui bahwa lebih dari setengah dari semua kasus Covid-19 baru disebabkan oleh jenis baru.

Ketika warga Inggris bergegas keluar dari daerah terkunci menjelang Natal, banyak negara memilih untuk menutup perbatasan dengan seluruh Inggris dalam upaya untuk mencegah impor jenis virus baru. (johara/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait