Laporan Dugaan Money Politic pada Pilkada 2020 di Pangandaran Masih Terus Mengalir ke Bawaslu

Nasional —Senin, 21 Dec 2020 21:19
    Bagikan:  
Laporan Dugaan Money Politic pada Pilkada 2020 di Pangandaran Masih Terus Mengalir ke Bawaslu
Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah . (foto:dry)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.
 
Laporan dugaan money politic di Pilkada Pangandaran 2020 terus mengalir ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran hingga saat ini.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah mengatakan jumlah laporan dugaan money politic di Pilkada 2020 mencapai puluhan.

"Harus dilihat dulu, tapi jumlahnya  laporanya sekitar 28 sampai 30," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Senin (21/12/2020).






Menurut Gaga, dengan membludaknya laporan tersebut, pihak Bawaslu Provinsi sampai menurunkan stafnya untuk membantu Bawaslu Kabupaten Pangandaran.

"Untuk memberikan support kepada kita dalam melakukan penanganan pelaporan yang begitu banyak," katanya. 

Kata dia, sampai nanti penetapan pun pelaporan masih bisa masuk ke Bawaslu dan akan terus mengalir.

"Sampai saat ini belum ada ketentuan batas pelaporan," terang Gaga.









Menurut dia, masyarakat tidak boleh begitu saja memberikan laporan tanpa didukung alat bukti dan saksi.

"Ya di satu sisi pengawasan partisipatif berhasil dengan banyaknya laporan yang masuk,  tapi apakah ini dari masyarakat biasa atau tim kampanye calon," tuturnya.

Masalah pidana, sambung dia, sebetulnya jangan dibuat main-main, karena kalau sudah naik ke persidangan dan kemudian ada putusan, bisa jadi si penerima dan pemberi akan kena.






"Semuanya harus bisa mengambil konsekuensi, saya yakin semuanya sudah memperhitungkan resikonya," ucapnya.

Gaga menambahkan, Bawaslu, menjamin bahwa pihaknya terus menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran kampanye yang masuk ke meja mereka.






"Ini sudah menjadi resiko pekerjaan dan sudah jadi tanggungjawab kami sebagai pengawas pemilu," tegasnya. 

Beberapa waktu lalu, ribuan massa mendatangi Kantor Bawaslu Kabupaten Pangandaran, mereka meminta pengusutan sampai tuntas laporan dugaan pelanggaran kampanye yang sudah masuk ke Bawaslu. (dry)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait