Pemkot Bandung Menyasar Hotel untuk Menggelar Pemeriksaan Rapid Tes Antigen

Jawa Barat —Sabtu, 26 Dec 2020 16:52
    Bagikan:  
Pemkot Bandung Menyasar Hotel untuk Menggelar Pemeriksaan Rapid Tes Antigen
Petugas Dinkes Kota Bandung tengah melakukan rapid tes antigen di Hotel Aryaduta Bandung, Sabtu (26/12/2020). (Humas Pemkot Bandung)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyasar hotel untuk menggelar pemeriksaan rapid tes antigen. Setelah sebelumnya di Terminal Leuwipanjang, kini pengetesan menyasar pengunjung hotel pada libur akhir tahun 2020 ini. Pemeriksaan dilakukan Sabtu (26/12/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Ahyani Raksanaga, mengaku sudah berkoordinasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk menyasar para pengunjung hotel. Pemeriksaan serupa juga bakal dilakukan di pusat perbelanjaan.

“Kalau untuk pelaku perjalanan, kita sudah mulai di Terminal Leuwipanjang. Baik yang berangkat atau yang datang,” ucap Ahyani di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Sabtu (26/12/2020).

BACA JUGA:  Tim Gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bacip Memantau Pelaksanaan Protokol Kesehatan Sejumlah Gereja

Di hari yang sama, sebelum Hotel Aryaduta, Dinkes Kota Bandung juga telah memeriksa pengunjung di Hotel Four Points. Kemudian, tim akan melanjutkan pemeriksaan antigen ke Hotel Best Western La Grande.

“Disbudpar dan Dinkes bekerja sama. Disbudpar menentukan titiknya secara random, kita (Dinkes) yang memeriksa,” ujar Ahyani.

Ahyani memastikan, pemeriksaan dilakukan secara acak baik kepada pendatang yang belum memiliki surat hasil pemeriksaan antigen dan kepada yang sama sekali belum diperiksa. Pemeriksaan ini juga diberikan secara gratis dan dilakukan secara random. 

Ahyani juga memastikan akan menyasar tempat wisata lainnya di Kota Bandung bersama Disbudpar Kota Bandung. Para wisatawan harus menunjukan hasil negatif rapid antigen 3x24 jam sebelum datang ke Kota Bandung. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berpikir secara matang, apabila ingin menghabiskan waktu liburan dengan berwisata. Sebab, dari pengalaman sebelumnya bahwa penambahan kasus Covid-19 secara signifikan terjadi setelah libur panjang.

BACA JUGA:  Wadansat Brimob Polda Jabar Cek Pos Pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2020 Kota Bandung

Untuk itu, sambung Ahyani, masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tak hanya itu, para pelaku usaha juga harus memberikan fasilitas standar protokol kesehatan.

“Prediksi epidemiologi begitu. Waktu liburan Oktober saja, kita masih meyelesaikan hasil liburan panjang itu sampai dengan sekarang. Makanya, kita sangat berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan,” katanya. (nang's)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait