Pedagang Kaki Lima Nekat Menghabisi Preman yang Sering Memalaknya

Kriminal —Senin, 28 Dec 2020 20:51
    Bagikan:  
Pedagang Kaki Lima Nekat Menghabisi Preman yang Sering Memalaknya
Dua pelaku penusukan preman di Tanah Abang, Jakpus ditangkap anggota Polsek Tanah Abang. Satu diantaranya dipincangi. (Ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Pedagang kaki lima nekat menghabisi preman yang sering memalaknya di kawasan Benhil (Bendungan Hilir), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tersangka menghabisi korban dengan badik lantaran kesal sering dipalak. Pelaku, Anton (25), melakukan penusukan terhadap Agusty Aditya (25), yang dikenal sebagai preman di Pasar Tanah Abang, hingga tewas akibat luka tusuk di pinggang sebelah kiri.

Polsek Tanah Abang berhasil menangkap pelaku bersama rekannya, Ismail, di dua tempat yang berbeda.

"Untuk Anton (pelaku utama) terpaksa kita berikan timah panas di kaki kirinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap di Sukabumi," ucap Kapolsek Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan, Senin (28/12/2020).

BACA JUGA:  Polres Bekasi Kota Berhasil Meringkus Komplotan Begal yang Menewaskan Seorang Remaja

Menurut Kompol Singgih, peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Sabtu (5/12/2020) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, pelaku yang tengah pulang berjualan dibonceng rekannya, Ismail langsung menghampiri korban. Selanjutnya, dari atas motor, pelaku yang diduga telah menyiapkan badik, langsung menusuk korban hingga mengalami luka sobek dan bersimbah darah.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pelni dan mendapat perawatan insentif, namun nyawanya tidak tertolong," paparnya Kompol Singgih.

Kemudian, berdasarkan sejumlah keterangan saksi, Anton berhasil ditangkap di daerah Sukabumi pada Minggu (13/12/2020). Berdasarkan keterangan pelaku, korban sering meminta uang Rp. 20 ribu - Rp. 50 ribu. Disitu pelaku sudah menyiapkan sebilah pisau untuk menusuk korban, dengan dibonceng motor rekannya.

BACA JUGA:  Penanggulang Covid 19 di Jabar Diperpuruk dengan Kondisi Cuaca Ekstrem

Atas perbuatannya, AO dan I dikenakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP atau Pasal 353 KUHP jo ayat 3 atau 351 ayat 3 KUHP jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

"Karena diduga kuat pelaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut dengan membawa sebilah pisau dan hampiri korban," tegasnya. (deny/tha)

 

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait