Jumlah Kunjungan ke Objek Wisata Pangandaran Dibatasi, Inilah Alasannya

Wisata —Jumat, 1 Jan 2021 08:51
    Bagikan:  
Jumlah Kunjungan ke Objek Wisata Pangandaran Dibatasi, Inilah Alasannya
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat diwawancarai media di bundaran patung ikan marlin (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Guna mencegah terjadinya kerumunan massa ditengah pandemi Covid-19. Gugus Tugas Covid -19 membatasi jumlah kunjungan ke objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Seperti yang terpantau di objek wisata pantai Pangandaran, sejak Kamis (31/12/2020) sekira pukul 18.00 WIB, belasan ribu orang pengunjung dari berbagai daerah sudah memasuki kawasan objek wisata untuk melewati malam pergantian tahun.

Ketua Tim Khusus Penarik Retribusi objek wisata Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugista mengatakan, jumlah pengunjung yang masuk ke objek wisata pantai Pangandaran pada pukul 12.00 WIB siang sudah mencapai sekitar 4.000 orang pengunjung.

"Sampai dengan pukul 18.00 WIB, jumlah pengunjung yang masuk tercatat sebanyak 15.927 orang," ujarnya, Kamis (31/12/2020).

Kata dia, kenaikan jumlah pengunjung dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB bertambah sekitar 11.000 orang.
"Nach malam ini kondisi di dalam kawasan objek wisata pantai Pangandaran sudah macet oleh kendaraan," katanya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat ditemui di bundaran patung ikan marlin, mengaku, selama perjalanannya dari Padaherang sampai Pangandaran dirinya melihat arus kendaraan cukup landai. 

"Artinya tidak ada perlakukan yang khusus, hanya saja protokol kesehatannya di perhatikan salah satunya pakai masker," akunya.

Jeje mengatakan, dirinya juga sudah menghubungi petugas yang berjaga di simpang Kalipucang supaya tidak membalik kanankan pengunjung yang mau liburan ke Pangandaran.

"Pangandaran tidak ditutup dan masih buka, kalau wisatawan diambil sample untuk Rapid test Antigen pun itu gratis," tegasnya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Pangandaran itu, ketika melihat arus kendaraan seperti ini tidak akan terjadi apa-apa. 

"Saya kan orang Pangandaran jadi tahu. Makanya saya mengajak ayo berwisata ke Pangandaran asal tidak boleh bergerombol," saran Jeje.

Apabila terjadi penumpukan, maka kata Jeje, akan dilakukan penyekatan-penyekatan agar tidak terjadi kerumunan dan secara situasional pintu masuk akan diberlakukan sistem buka tutup.

"Kalau padat kita tutup, kalau sudah lengang baru kita buka lagi," tandasnya. (dry
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait