Jack Ma Menghilang atau Menghilangkan Diri? Berikut Jawaban Dahlan Iskan

Gaya Hidup —Rabu, 6 Jan 2021 13:04
    Bagikan:  
Jack Ma Menghilang atau Menghilangkan Diri? Berikut Jawaban Dahlan Iskan
Jack Ma. foto Bisnis

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Jack Ma tidak terlihat depan publik sejak Oktober lalu. Kabar ini sempat menghebohkan dunia. Hal ini terjadi setelah Ma dengan berani mengkritik pemerintah. Ma mengecam regulator China dan bank-bank milik negara, lalu pihak berwenang tiba-tiba mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya.

Kejadian ini membuat publik bertanya-tanya, kemana kah pria berusia 56 tahun pemilik Alibaba ini berada? Bernarkah dia ditahan oleh pemerintah China?

Dahlan Iskan yang juga mantan Menteri BUMN menyampaikan bahwa dirinya sempat menghubungi koleganya di China untuk bertanya kabar Jack Ma. Dia bertanya apakah mantan guru bahasa Inggris itu dijebloskan ke penjara oleh pemerintah China. 

"JACK MA ditahan? 'Saya rasa tidak,' ujar teman saya di Tiongkok tadi malam. Tapi ia tidak tahu di mana Jack Ma. Seperti hilang ditelan bumi," demikian tulis Dahlan Iskan dalam blog Disway.id yang dikutip POSKOTA JABAR, Selasa (5/1/2021).

BACA JUGA  : Oknum Satpol PP Kabupaten Cianjur Diduga Lakukan Penipuan

Lalu dalam Dahlan menulis mungkin saja Jack Ma memang tidak ditahan. Istilahnya 'tiarap'. Hal yang lazim pengusaha lakukan ketika tersandung kasus dengann pemerintah.

"Banyak sekali pengusaha yang memilih sikap 'tiarap' seperti itu di Tiongkok. Juga di Indonesia. Sambil mencari penyelesaian terbaik bagi mereka," tulis Dahlan.

Sikap tiarap ini Dahlan berikan contoh seperti Fan Bingbing yang juga pernah mengholang dari peredaran hingga enam bulan lamanya. Artis yang paling kaya dan cantik se Tiongkok ini terbukti menggelapkan pajak sebesar 2,5 triliun. Dari pada berurusan dengan pemerintah, Fan memilih diam sambil menyelesaikan pajaknya.

Tidak seperti Fan, ada pengusaha besar yang mencoba melarikan diri dan malah memilih mati. Dua tahun kemudian, ketika merasa aman, dia kabur ke Hongkong. Ketika itu petugas mengintainya dan tepat ketika perayaan Imlek petugas menangkapnya dan menjatuhi hukuman mati.

BACA JUGA  : Tahap Pertama, Jawa Barat Dijatah 97 Ribu Vaksin, untuk 44 Ribu Nakes

Dikutip dari Yahoo Finace, Ma menyampaikan pidato kontroversial di Shanghai pada 24 Oktober yang mengkritik sistem regulasi China karena menghambat inovasi dan menyamakan aturan perbankan global dengan 'klub orang tua'.

“Sistem keuangan saat ini adalah warisan dari Era Industri… Kita harus menyiapkan generasi baru dan generasi muda. Kita harus mereformasi sistem saat ini,” seperti, Senin (4/1/2021).

Business Insider melaporkan bahwa Ma juga menyebut bank-bank negara itu sebagai 'pegadaian'. “Hipotek dan jaminan adalah untuk pegadaian, tetapi jika kita bertindak ekstrem dengan hanya mengandalkan aset agunan, perusahaan tertentu akan menjaminkan semua aset mereka, dan tekanan [untuk mereka] sangat besar,” kata Ma.

Daily Mail melaporkan bahwa peringkat Jack Ma sebagai orang terkaya di China turun ke posisi tiga berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, pada Sabtu (2/1/2021).

Dalam akhir tulisannya, Dahlan Iskan menyebutkan sejumlah masalah yang dihadapi oleh para pengusaha China di era pemerintahan Partai Komunis. Dari mulai artis Fan Bingbing hingga Guo Wen Gui. Penyelesaian masalah pun dari hukuman mati hingga jeruji penjara. 

Apakah masalah Jack Ma akan berakhir dengan sejumlah opsi tersebut? Atau Ma punya cara sendiri menyelesaikannya? "Jack Ma bukan Guo Wen Gui. Ia juga bukan Fan Bingbing. Kita ingin tahu kelak: siapa Jack Ma." Demikian tulisan penutup Dahlan Iskan di Disway.id


Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait