Sekolah Gumi, Menjaga Pendidikan Tidak Mati Disaat Pandemi

Pendidikan —Rabu, 6 Jan 2021 14:57
    Bagikan:  
Sekolah Gumi, Menjaga Pendidikan Tidak Mati Disaat Pandemi
Sekolah Gumi. foto Pemuda Peduli

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Pandemi Virus Covid-19 memang menyebabkan Kegiatan Belajar Mengajar terhambat. Salah satunya, terjadi di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Penyebaran virus yang massive menjadikan salah satu sekolah di daerah ini yaitu Sekolah Dasar Filial ditutup akibat pandemic virus ini.

Melihat Hal ini, Pemuda Peduli yang mengambil peran aktif dalam terciptanya sistem pendidikan yang menunjang untuk seluruh masyarakat secara adil dan merata, bergerak untuk membantu situasi ini.

Melalui salah satu programnya, Social Navigation ikut membantu aktivasi pendidikan secara Kegiatan Belajar Mengajar dengan menciptakan Sekolah Alam bernama Sekolah Gumi di desa tersebut.

Social Navigation sendiri merupakan program pengabdian yang ditujukan untuk masyarakat di pelosok Indonesia. Prioritas program ini adalah masyarakat di Indonesia bagian Timur, dan Lombok menjadi salah satunya. Melalui Program ini juga, Sekolah Gumi tercipta sebagai salah satu perwujudan Pemuda Peduli (PP), peduli terhadap aktivasi pendidikan di daerah pelosok Indonesia.

“Sekolah Gumi diadakan sebagai Pendidikan Alternatif bagi siswa yang berada di daerah 3T itu sendiri ya. Berangkat dari kacamata pribadi saya, program ini tercipta karena kita gak bisa menutup mata akan kondisi pendidikan kita saat ini”. Ungkap Said Alwy M.N.A selaku Direktur Program dari Pemuda Peduli.

Ia juga menambahkan bahwa program ini hadir sebagai wujud nyata dari Pemuda Peduli, Peduli akan pendidikan yang belum merata di Indonesia khususnya daerah Terpencil, Tertinggal dan Terdepan.

“Kita coba menghadirkan Pendidikan secara “utuh” untuk mereka yang berada di sana. Kondisi pandemic saat ini, dan juga sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang sebagai penunjang Kegiatan Belajar Mengajar siswa itu sendiri” Jelasnya saat ditemui di Kantor Pemuda Peduli.

Adapun berbagai program yang dilaksanakan di sana diantaranya adalah :

  1. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Siswa diajarkan untuk hidup bersih dan Sehat. Dengan cara penerapan disiplin dalam menjaga kebersihannya sendiri maupun lingkungannya. Seperti meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan secara rutin sehabis melakukan suatu kegiatan, menyapu halaman sekitarnya secara rutin agar terciptanya lingkungan yang nyaman untuk ditinggali. Tak lupa untuk menjaga kebugaran tubuh masing-masing dari siswanya, Pemuda Peduli juga mengadakan kegiatan berolahraga pagi secara rutin setiap harinya.


  1. Pembuatan Jamu dan Handsanitizer Alami

Untuk menjaga kesehatan dan juga sistem imun dikala pandemi seperti saat ini, Pemuda Peduli mengadakan kegiatan pembuatan Handsanitizer Alami dan juga Jamu berbahan herbal yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.


  1. Pendidikan Literasi dan Pembuatan Pojok Baca

Dalam kesempatan itu juga, Pemuda Peduli membantu Pendidikan Literasi dasar dan juga Literasi Terapan. Seperti berhitung, membaca, mewarnai dan juga pemberdayaan teknologi untuk belajar bagi siswa di masa pandemic seperti ini. Selain itu, Pemuda Peduli mendirikan Pojok Baca sebagai sarana perpustakaan belajar bagi para siswa.


Tak lupa, Pemuda Peduli melakukan sosialisasi Kesehatan kepada Masyarakat sekitar, Juga penyakit lainnya yang bisa disebabkan oleh virus COVID-19 yang sedang terjadi hingga saat ini. Dengan Program ini, Besar harapan dari Pemuda Peduli untuk terus membantu memajukan pendidikan di daerah terpencil.

Alwy sendiri berpesan kepada siswa yang sedang mengalami situasi sulit saat ini untuk tetap bersyukur, dan membangun rasa empati kepada mereka yang membutuhkan.

“Bersyukur itu harus ya, karena mungkin gak semua dari kita bisa menghadapi situasi pandemic virus kaya gini dengan lancar. Kita juga sebagai anak muda bisa berkontribusi dalam bentuk apapun di saat pandemic seperti ini”. Katanya.

Tak lupa ia juga menambahkan bahwa kontribusi itu sendiri bisa disampaikan dengan berbagai cara.

"Banyak banget. Salah satunya dengan bercerita dan juga ikut membangun kesadaran kepada seluruh orang. Dan juga kalau yang berminat terjun langsung membantu, bisa juga coba ikut organisasi sosial pendidikan yang ada, ” jelasnya.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait