Banjir Kiriman dari Majalengka Rendam 400 Rumah Warga Desa Widasari Indramayu

Jawa Barat —Rabu, 6 Jan 2021 15:12
    Bagikan:  
Banjir Kiriman dari Majalengka Rendam 400 Rumah Warga Desa Widasari Indramayu
Banjir menerjang permukiman warga dan rendam puluhan hektar tanaman padi serta palawija yang siap dipanen di Desa dan Kecamatan Widasari, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (06/01/2021). (foto:Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Debit air kali Cibuaya yang berhulu di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (06/01/2021)   meluap akibatnya merendam ratusan rumah warga serta ratusan hektar tanaman padi dan palawija di Desa Widasari Kecamatan Widasari, Indramayu, Jabar.

Banjir menggenangi ratusan rumah warga,  juga mengganggu  lalu-lintas kendaraan saat melintasi jalan desa di Blok Cibogor RT.01, RT.02 dan RT.03/RW.04 Desa dan Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sejak pagi hingga siang.

“Sebanyak 400 Kepala Keluarga berhenti beraktifitas lantaran terkurung banjir  yang merendam permukiman hingga masuk ke  dalam rumah,” ungkap Kapolsek Widasari AKP Joni melalui Kasubbag Humas Polres Indramayu AKP Budiyanto, Rabu (06/01/2021).




BACA JUGA : 8 Jenis Makanan yang Cocok untuk Golongan Darah AB, Pemilik Golongan Darah Langka

 

 

Dikatakan, salah satu wilayah terparah yang terendam banjir yaitu jalan Desa Blok Cibogor tepatnya di  RT.01, RT.  02, RT. 03/RW 04 Desa Widasari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

 

Kapolsek Widasari AKP Joni melalui Kasubbag Humas Polres Indramayu AKP Budiyanto menjelaskan, penyebab terjadinya banjir di Desa Widasari karena curah hujan tinggi di daerah hulu di Kabupaten Majalengka sehingga membuat air kali Cibuaya yang melintasi  Desa Widasari  meluap.

 “Sekitar pukul 06.00 WIB air mulai melewati tanggul,  karena kondisi kali sudah tidak kuat menahan debit air  yang tinggi akibat curah hujan yang tinggi di desa Widasari dan sekitarnya dan air kiriman dari Kabupaten Majalengka,” katanya.



 

BACA JUGA  : Tahap Pertama, Jawa Barat Dijatah 97 Ribu Vaksin, untuk 44 Ribu Nakes



Kondisi itu semakin diperparah oleh tingginya curah hujan di wilayah Desa Widasari dan sekitarnya yang tak kunjung berhenti hingga ketinggian air mencapai 30-40 Cm menggenangi jalan-jalan dan masuk ke permukiman warga di 3 RT.

Ditanya mengenai jumlah kerugian materi yang diderita warga khususnya para petani yang menanam padi dan palawija, jumlahnya hingga saat ini masih terus dihitung. 

Yang jelas katanya, puluhan hektar tanaman padi juga palawija  yang siap panen terendam  banjir. “Banyak tanaman palawija seperti  cabe, bawang, kacang panjang, terong  yang siap dipanen namun tidak bisa dipetik hasilnya karena kondisinya banjir,” ujarnya.




BACA JUGA  : Oknum Satpol PP Kabupaten Cianjur Diduga Lakukan Penipuan


Dampak meluapnya air kali Cibuaya membuat 400  Kepala Keluarga di Desa Widasari tidak bisa beraktifitas.   Kondisi demikian mengundang keprihatinan Bhabinkamtibmas Polsek Widasari jajaran Polres Indramayu, Agung Budi Santoso.

Bersama Tagana, kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, TNI, Polri, Unit Kesehatan Puskesmas Widasari, jajaran Perangkat Desa Widasari dan para Relawan melakukan peninjauan langsung dan terus memonitor masyarakat di lokasi banjir.

 “Kepolisian Sektor Widasari terus bekerjasama dengan instansi terkait terus mengatasi permasalahan di masyarakat terkait meluapnya debit air kali Cibuaya tersebut,” tutur  AKP Budiyanto. (Yan)





 

BACA JUGA  : Harga Kacang Kedele Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil untuk Mempertahankan Produksi

 



 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait