UU Wabah Penyakit Menular, Vaksin Kewajiban Warganegara

Jawa Barat —Rabu, 6 Jan 2021 21:04
    Bagikan:  
UU Wabah Penyakit Menular, Vaksin Kewajiban Warganegara
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau gudang (kontainer) vaksin di kawasan Kopo, Kabupaten Bandung, Rabu (6/1/2021).(foto:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

UU No. 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular menjelaskan, vaksin adalah kewajiban warga negara, bukan hak, bukan pilihan. Presiden RI adalah orang pertama yang akan disuntik vaksin. Setelah itu Gubernur, disusul Walikota dan Bupati. 

Hal tersebut diatas dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai meninjau gudang penyimpanan Vaksin Sinovac di kawasan Kopo, Kabupaten Bandung, Rabu, (06/01/2021).



Emil, panggilan akrab  dari Ridwan Kamil mengatakan Rabu pukul 11.00 WIB telah melaksanakan rapat dengan Presiden RI Joko Widodi (Jokowi) via zoom meeting.

"Pokok bahasan ada tiga hal. Pertama Pandemi, Kedua Vaksin dan Ketiga pemulihan ekonomi," katanya.


Arahan dari Presiden, kata Emil, agar kepala daerah mempersiapkan work from home (WFH) untuk daerah-daerah yang angka kenaikan kasus Covid-19-nya tinggi. Jadi Jawa Barat yang akan melaksanakan WFH adalah, Bogor Depok dan Bekasi (Bodebek)  dan Bandung Raya.

"Nanti teknisnya akan disampaikan besok (Kamis 7 Januari 2021) dimulai dari tanggal 11 Januari 2021, selama dua minggu ke depan," terangnya.






Arahan kedua terkait vaksin, kata Emil, Presiden menyampaikan bahwa divaksin itu adalah kewajiban warga negara. Dasarnya UU No4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Sanksinya saya tidak hafal," ungkapnya.

"Jadi itu, bukan hak, bukan pilihan, barang siapa sudah ditunjuk untuk ikut divaksin, itu tidak boleh menolak. Karena kalau menolak, akan membahayakan kesehatan keselamatan masyarakat," katanya.

"Kepada seluruh warga yang nanti akan mendapat jatah vaksin, mari kita bela negara. Kita cintai negara ini dengan ikut serta, sesuai arahan pemerintah untuk ikut jadi peserta vaksin. Agar menyelamatkan lingkungan sekitar," katanya.







Masih soal vaksin, kata Emil, vaksin ditunjukkan keteladanannya oleh seorang pemimpin.

"Pertama yang akan divaksin, bapak presiden, selang sehari kemudian para  gubernur, para kepala daerah walikota bupati," terangnya.

"Khusus Jawa Barat, karena saya sudah jadi relawan vaksin maka saya tidak bisa ikut divaksin. Nanti saya akan menemani bapak wakil gubernur, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai orang-orang pertama yang akan diberi vaksin," ujarnya.






Khusus untuk vaksin yang diproduksi biofarma, terang Emil, Februari sampai September sudah mulai produksi sebanyak 120 juta dosis.

"Itu 120 jutanya produksi di Bandung, yang saya bersama forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah)-nya menjadi relawan," terangnya.

Harapannya dengan kombinasi vaksin yang dibeli dan vaksin yang diproduksi di Bandung, total secepatnya 70 persen warga Indonesia bisa divaksin.







Terkait, tata cara selamatan dari proses pengelolaan vaksin di gudang penyimpanan, Emil menerangkan suhunya dijaga.

"Karena suhu di dalam itu harus dijaga antara dua sampai delapan derajat, tadi rata-rata di set di angka empat derajat," pungkasnya. (aris)






Editor: Suherlan
    Bagikan: