Ratusan Guru di Pangandaran Jalani Swab Test Menjelang Ajaran Semester Genap 2020-2021

Pendidikan —Kamis, 7 Jan 2021 07:28
    Bagikan:  
Ratusan Guru di Pangandaran Jalani Swab Test Menjelang Ajaran Semester Genap 2020-2021
Salah seorang petugas Labkesda Kabupaten Pangandaran sedang menjalani pemeriksaan swab tets kepada salah satu guru (foto: ist)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berencana akan memberlakukan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di semester genap tahun ajaran 2020-2021.

Sebelumnya KBM tatap muka sudah dilaksanakan pada semester ganjil ajaran tahun 2020 yang dimulai bulan September 2020 lalu sebelum liburan natal dan tahun baru 2021.



BACA JUGA  : Pohon Besar di Banjar Tumbang, Satu Unit Mobil Warga Rusak Tertimpa

 

 

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Agus Nurdin mengatakan, pada tanggal 11 Januari 2021 mendatang merupakan hari pertama dimulainya ajaran pada semester genap. 


"Untuk melindungi siswa-siswi, dalam hal belajar bukan berarti harus KBM tatap muka, akan tetapi dengan pembelajaran di rumah pun juga bisa," ujarnya kepada saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (06/01/2021).


Kata dia, sekarang pihaknya tengah mempersiapkan apakah di Kabupaten Pangandaran bisa dilakukan KBM tatap muka seperti semester ganjil kemarin atau tidak.

"Posisi sarana dan prasarana serta dokumennya sudah kami siapkan. Tapi kami ingin tetap memastikan dengan KBM tatap muka bisa aman dan nyaman tidak buat siswa-siswi," sebutnya.





Agus mengaku, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Gugus Tugas di kecamatan dan sedang menunggu hasil Swab test 100 orang guru dan siswa secara acak yang dijadikan sample.

"Saya harap hasil swab test 100 orang guru itu bisa keluar sebelum tanggal 11 nanti. Itu akan jadi pertimbangan keputusan KBM tatap muka di Kabupaten Pangandaran," jelas Agus.





KBM tatap muka, sambung dia,  sudah di mulai dari sejak empat bulan yang lalu, sehingga untuk sarana prasarana alat pelindung diri (APD) seperti face shield, masker, tempat cuci tangan pakai sabun serta thermo gun sudah tersedia. 

"Saya juga minta semua cek kembali kelengkapannya. Namun saya pikir tidak ada masalah," terangnya.






Agus mengungkapkan, saat ini  grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran sedikit meningkat maka kegiatan pembelajaran harus hati-hati. Walaupun nanti bisa dilaksanakan, sistemnya seperti kemarin. 

"Artinya, kalau ada klaster baru kita akan koordinasi dulu dengan Gugus Tugas. Pada prinsipnya, kita utamakan keselamatan anak-anak. Kalau KBM tatap muka lebih banyak mudaratnya, kita akan lakukan belajar di rumah," tegasnya.








Menurut dia, KBM tatap muka bukanlah pilihan satu-satunya, yang terpenting siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

"Intinya saya harus lihat hasil swab test dulu. Kalau sudah ada jadi kita bisa memutuskan," tandasnya.






 Sementara itu, Kepala UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Aang Saeful Rahmat mengatakan, pemeriksaan swab test yang dilakukan terhadap guru dan murid itu jumlahnya tidak sampai 100 orang.

"Hanya ada 79 orang guru dan murid saja yang di swab test. Itupun ada 10 orang lagi yang hasilnya belum keluar, masih di proses," katanya.








Aang menjelaskan, dirinya sedang  berinovasi cara melakukan pemeriksaan Swab test dengan cara berkelompok cara untuk menghemat alat swab yang sudah beberapa kali berhasil.

"Makanya yang 10 orang kelompok guru dan murid ini dilakukan Swab test ulang karena dari hasil penelitiannya terdapat warning warna merah. Hanya saja yang sudah di Swab ulang baru 9 orang, karena satu orang guru tidak hadir lantaran lagi keluar kota," pungkasnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait