Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Butuh Investor Pengolahan Ikan

Gaya Hidup —Kamis, 7 Jan 2021 10:23
    Bagikan:  
Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Butuh Investor Pengolahan Ikan
Tokoh masyarakat kecamatan Pasekan Dulbari, 52 dan Camat Pasekan A. Syafrudin AS. (foto:Yan)


POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat  merupakan salah satu kecamatan penghasil produksi ikan, udang dan kepiting andalan di Kabupaten Indramayu. Setiap hari puluhan ton ikan, udang dan kepiting dari Kecamatan Pasekan ini dipasok ke Jakarta.


                                                   Bandeng hasil panen dari Indramayu siap dikirim ke Jakarta. (foto :Yan)


Tidak heran jika di wilayah kecamatan yang letaknya  paling utara wilayah Kabupaten Indramayu dan berbatasan dengan Laut Jawa ini, hasil pertanian seperti  tanaman padi tidak menjadi andalan. Yang menjadi andalan masyarakat adalah hasil tambak ikan dan udang serta kepiting.


Di wilayah Kecamatan Pasekan  kata Camat Pasekan A. Syafrudin AS, sawah  yang ditanami padi luasnya   hanya 878 Hektar saja. Bahkan,  ujarnya ada satu desa yaitu Desa Totoran yang tidak memiliki sawah. Sawah yang ada telah dirubah pemiliknya menjadi tambak. Perubahan sawah ke tambak ikan atau udang itu karena pertimbangan mengelola tambak lebih menguntungkan ketimbang sawah. 


BACA JUGA : SC Model Majalah Dewasa di Kontak Telefon Muncikari Mami Alone Adalah Sassha Carissa


Bila dibandingkan dengan kecamatan lainnya seperti Kecamatan Kroya, luas sawah di Kecamatan Pasekan  yang cuma  878 hektar ini tidak ada apa-apanya. Sebab di Kecamatan Kroya luas sawah mencapai lebih dari 4.500 hektar.

Mengingat keberadaan tambak ikan atau udang di Kecamatan Pasekan cukup mendominasi, maka hasil produksi perikanan sangat menonjol. “Di sini mata pencaharian masyarakat sebagian besar ditunjang dari hasil perikanan. Baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap,” ujarnya.


BACA JUGA  : Pemkot Bandung Masih Menunggu Arahan Lebih Lanjut Terkait Rencana PSBB

 

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Pasekan, Dulbari, 52 menyebutkan, setiap hari puluhan ton ikan, udang dan kepiting dihasilkan masyarakat Kecamatan Pasekan. Hasil  perikanan itu dikirim ke Jakarta.

Hanya masalahnya ujar Dulbari, petambak selaku produsen ikan dan udang ini tidak memiliki daya tawar yang tinggi. Posisi tawarnya sangat lemah. Segala sesuatu berkaitan dengan penjualan ikan dan udang termasuk harga dan sebagainya  diatur tengkulak Jakarta.



BACA JUGA : Terendam Banjir, Petani Asal Desa Ciganjeng Pangandaran Terancam Gagal Panen

 

Satu contoh, katanya jika ada  tengkulak Jakarta memberi kabar lewat telepon jangan kirim ikan,  maka otomatis petambak  di Pasekan tidak panen ikan. Padahal resikonya jika petambak menunda masa panen ikan maka mereka harus mengeluarkan biaya tambahan pakan.

Oleh karena itu kata Dulbari, petani tambak di Kecamatan Pasekan butuh kehadiran investor yang membangun cold storage atau tempat penyimpanan ikan bertemperatur,  agar ikan-ikan sehabis  dipanen petambak bisa disimpan  dalam kondisi yang masih segar atau tidak rusak. Syukur-syukur jika produk ikan itu langsung dibeli secara kontan.


BACA JUGA  : Tiga Kecamatan di Kabupaten Indramayu Ditetapkan Tanggap Darurat Banjir


Camat Pasekan A. Syafrudin AS menambahkan, semakin lama masyarakat Kecamatan Pasekan membutuhkan inovasi-inovasi dalam pemanfaatan produk ikan dan udang. Jadi di Kecamatan Pasekan ini juga  bukan hanya perlu pembangunan  cold storage saja tetapi juga butuh investor untuk mengolah produk makanan berbasis ikan. Contohnya  sarden, naget, baso ikan dan sebagainya.

Kehadiran industri pengolahan makanan berbasis ikan ini ujar Camat Pasekan sangat penting  karena ada multi efek player yang diraih masyarakat. “Dampak positif kehadiran industri pengolahan makanan ini selain menyerap hasil produksi ikan juga menyerap tenaga kerja dan nantinya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. (Yan)


BACA JUGA  : UU Wabah Penyakit Menular, Vaksin Kewajiban Warganegara

 



 

 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait