Tiga ASN Diduga tidak Netral Masuk ke Ranah Penyidikan Kepolisian

Jawa Barat —Jumat, 8 Jan 2021 09:10
    Bagikan:  
Tiga ASN Diduga tidak Netral Masuk ke Ranah Penyidikan Kepolisian
Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020. (foto:doc)


POSKOTA JABAR, TASIKMALAYA.

Sebanyak tiga ASN tengah ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya terkait dugaan pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Tasikmalaya 2020.

Ketiga pejabat di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, yakni Kepala Desa, Camat Jatiwaras dan pejabat eselon II yang menjabat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Satuan Polisi Pamong Praja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

BACA JUGA : Tarif Tol Jakarta Cikampek Naik, DPR: Tunda Dulu! Tidak Efektif di Masa Pemberlakuan PSBB Jawa Bali

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno, saat di hubungi melalui telefon mengatakan, perkara ketiga ASN ini, menyalahi aturan tidak netral  dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini sudah masuk ke ranah penyidikan kepolisian.

"Bahkan dua berkas camat dan kades hari ini tahap 2 sudah masuk ke penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya. Dan satu ASN yakni dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) masih dalam pemberkasan," ucapnya

BACA JUGA  : Pemeriksaan Kelanjutan Kasus Ajay, Giliran Dirut TMP Diperiksa

Menurut dia, dari hasil pembahasan sentra Gakumdu ini disepakati ada tiga perkara yang layak atau secara alat bukti cukup untuk diteruskan ke penyidikan.

"Bilamana semua terbukti melakukan dugaan pelanggaran ketidak netralitasan sebagai ASN. Maka berdasarkan pasal 1 ayat 188 Undang-undang Pilkada dengan ancaman pidana penjara kurungan paling lama 6 bulan dan paling sedikit 1 bulan dan atau denda Rp 6 juta," pungkasnya.(Kris)

BACA JUGA  : Harga Cabe di Pasar Tradisional Kota Bandung Tembus Rp 100 Ribu per kilo

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait