Pupuk Indonesia Persiapkan Diri Salurkan Kepada Petani Menghadapi Musim Tanam

Jawa Barat —Jumat, 8 Jan 2021 18:41
    Bagikan:  
Pupuk Indonesia Persiapkan Diri Salurkan Kepada Petani Menghadapi Musim Tanam
Petugas sedang melakukan pengecekan pupuk di gudang Cikampek (Kris)

POSKOTAJABAR, CIKAMPEK

Memasuki musim tanam awal tahun 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero)menyiapkan stok pupuk subsidi dan non subsidi untuk dapat memenuhi permintaan petani.

Secara nasional, stok pupuk subsidi yang disiapkan mencapai 1.25 juta ton, yang terdiri dari 648.853 ton urea, 299.260 ton NPK, 95.514 ton SP 36, 118.620 ton ZA serta 92.157 ton pupuk organik. Adapun stok pupuk non subsidi yang tersedia sekitar 800 ribu ton.

BACA JUGA : Walikota Cimahi Ajay Muhammad Terima Suap Rp 3,2 Milyar dari Rumah Sakit Kasih Bunda

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan bahwa total stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan 4 minggu ke depan, dan jumlahnya dua kali lipat dari ketentuan Pemerintah mengenai batasan stok pupuk bersubsidi.

Dari total stok tersebut, daerah dengan jumlah stok terbanyak adalah Jawa Timur 290.642 ton, Jawa Barat sebesar 123.269 ton dan Sulawesi Selatan sebesar 79.812 ton dan Stok tersebut siap disalurkan kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK setelah terbitnya SK dari Pemerintah Daerah setempat.

Pasalnya, SK ini merupakan salah satu persyaratan utama agar gudang-gudang dapat mulai mendistribusikan barangnya ke istributor dan kios stok tersebut sudah tersedia sampai di Gudang lini 3 dan 4 dan telah siap digelontorkan kepada masyarakat setelah terbitnya SK kepala daerah propinsi dan kabupaten,” jelasnya.

BACA JUGA : Mike Tyson Kembali Naik Ring Melawan Roy Jones Jr

Alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 sendiri mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi total sebesar 9.041.475 ton pupuk ditambah 1.500.000 liter pupuk organik cair. Adapun rincian alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 adalah Urea sebanyak 4.166.669 ton, SP36 Sebanyak 640.812 ton, ZA sebanyak 784.144 ton, NPK 2.662.000 ton, Organic sebanyak 770.850 ton dan NPK formula Khusus 17.000 ton.

Alokasi tersebut yang menjadi dasar Pupuk Indonesia Grup untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke daerah-daerah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan Pemerintah," pungkasnya.

Sementara itu, BUMN yang mendapat tugas menyalurkan pupuk, Pupuk Indonesia hanya bisa mendistribusikan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan sesuai dengan Permentan No. 49 tahun 2021.

Sehingga petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi adalah mereka yang bergabung dalam kelompok tani yang terdaftar dalam e-RDKK dan untuk wilayah tertentu, sudah memiliki Kartu Tani dan pembelian harus dilakukan di kios-kios resmi.

BACA JUGA : Gisel Sudah Minta Maaf, Sang Pelapor Pitra Romadoni Ancam Polisikan Warganet yang Masih Menghujat

“Tanpa persyaratan tersebut, maka petani tidak dapat dilayani untuk pembelian pupuk bersubsidi. Namun sebagai alternatif, kami menyiapkan pupuk non subsidi,” katanya. (Kris)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait