Bedanya Gejala Tifus dan Covid-19, Kamu Harus Tahu

Jawa Barat —Jumat, 8 Jan 2021 19:09
    Bagikan:  
Bedanya Gejala Tifus dan Covid-19, Kamu Harus Tahu
perbedaan covid-19 dan tifus. foto Unplash

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Tifus dan covid-19 memiliki gejala yang hampir sama. Biasanya tifus dan covid-19 penderitanya mengalami panas tinggi. 

Bahkan sejumlah pasien covid-19 sempat didiagnosis tifus sebelum akhirnya terbukti terinfeksi covid-19 selesai melakukan tes. Sementara Tifus atau tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii.

BACA JUGA  : Pencairan Bantuan UMKM BRI Cek NIP di eform.bri.co.id/bpum dapat BPUM Rp 2,4 Juta Januari 2021

Gejala tifus pada orang dewasa bisa berlangsung selama 3 hingga 4 minggu atau lebih lama. Intensitas gejalanya pun bisa bervariasi. Biasanya, suhu tubuh akan meningkat perlahan pada minggu pertama dan akan lebih parah ketika malam hari

Berbeda dengan covid-19, cenderung lagsung demam tinggi.

Nah, lalu apa perbedaan gejala tifus dan covid-19? berikut ulasannya.



1. Gejala Tipes

Secara umum, berikut ini adalah gejala-gejala penyakit tipes:

  • Demam yang meningkat secara bertahap tiap hari hingga mencapai 39°C–40°C dan biasanya akan lebih tinggi pada malam hari
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Merasa tidak enak badan
  • Sakit perut
  • Berat badan menurun


2. Gejala Covid-19

Gejala paling umum, di antaranya:

1. Demam

2. Batuk kering

3. Kelelahan

Gejala yang tidak terlalu umum, di antaranya:

4. Nyeri otot

5. Sakit tenggorokan

6. Diare

7. Konjungtivitis atau peradangan pada mata

8. Sakit kepala

BACA JUGA  : Wali Kota Bandung Oded M. Danial Positif Covid-19

9. Kehilangan fungsi indera penciuman dan pengecap rasa

10. Ruam pada kulit atau perubahan warna jari tangan dan kaki

11. Sesak napas

12. Nyeri dada

13. Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak

Gejala terbaru yang ditemukan:

14. Delirium, kondisi penurunan kesadaran yang bersifat akut dan fluktuatif. Pengidap mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

15. Sakit mata

16. Parosmia, terganggunya indra penciuman dalam mengidentifikasi bau-bauan.

17. Phantosmia, merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kamu seperti mencium sesuatu, padahal tidak ada sumber baunya. Misalnya, kamu mencium bau roti gosong, tetapi tidak ada roti di sekitarmu.

Setelah mengetahui perbedaan gejala tipes dan covid-19, segera datangi fasilitas layanan kesehatan jika Anda atau keluarga mengalami gejala corona yang serius. Bagi orang dengan gejala ringan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. (RIN)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait