Satu Guru dan Murid Terkonfirmasi Positif Covid-19, Disdik Pertimbangkan Pelaksanaan KBM Tatap Muka

Pendidikan —Sabtu, 9 Jan 2021 05:57
    Bagikan:  
Satu Guru dan Murid Terkonfirmasi Positif Covid-19, Disdik Pertimbangkan Pelaksanaan KBM Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Surman saat memberikan keterangan kepada media diruang kerjanya (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih mempertimbangkan kapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka akan dilakukan.  Pasalnya hasil swab yang dilakukan beberapa waktu lalu ada satu orang guru dan murid yang positif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran Surman mengatakan, bahwa dirinya mengelurkan Surat Edaran tentang pelaksanaan pembelajaran jenjang PAUD, SD, SMP dan Pendidikan kesetaraan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Isinya semester genap dimulai pada tanggal 11 Januari 2021 mendatang.

"Akan tetapi pelaksanaan proses belajar tatap muka belum diputuskan. Jadi saya mau berkonsultasi dulu kepada bupati, apakah bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka atau tidak, menimbang adanya satu orang guru dan murid positif," kata Surman saat dihubungi wartawan, Jumat (08/01/2021).







Surman mengaku, dirinya mendorong kepada semua kepala sekolah dan orang tua murid untuk mempersiapkan terlebih dahulu soal protokol kesehatan, sebelum adanya keputusan jadi tidaknya KBM tatap muka.

"Mudah-mudahan hari Sabtu besok  sudah ada keputusan dari pak bupati jadi tidaknya KBM tatap muka," katanya.


Menurut dia, jika nantinya tidak ada izin KBM tatap muka, maka Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) akan diterapkan.
"Secara daring atau modul. Dan selama PJJ, guru dihimbau untuk meminimalisir kegiatan berkumpul di sekolah termasuk tidak mengumpulkan siswa di sekolah dalam bentuk kegiatan apapun," tegas Surman.

Selain itu, lanjut Surman, piket sekolah dilaksanakan setiap hari dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kepala sekolah melengkapi sarana penunjang protokol kesehatan," sarannya.

Surman menyampaikan, KBM tatap muka sebelumnya juga sudah dilakukan, namun disesuaikan dengan kondisi penyebaran kasus Covid-19 di masing-masing wilayah.(dry)
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait