Posting Ujaran Kebencian di FB, Karmini Minta Maaf kepada Nakes Cijulang

Jawa Barat —Sabtu, 9 Jan 2021 09:14
    Bagikan:  
Posting Ujaran Kebencian di FB, Karmini Minta Maaf kepada Nakes Cijulang
Kepala Desa Kertayasa Abdul Rohman bersama Pemilik Akun Media Sosial Facebook saat membuat video klarifikasi permohonan maaf di Mapolsek Cijulang Polres Ciamis terkait postingan ujaran kebencian yang
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN

Peringatan bagi warga masyarakat  dimanapun agar bijak dalam menggunakan media sosial seperti facebook dengan tidak memposting ujaran kebencian atau menyebar informasi bohong alias hoaks.

Sebab, satu warga kelahiran Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pengguna akun medsos facebook harus meminta maaf kepada para tenaga kesehatan Kabupaten Pangandaran khususnya Nakes Puskesmas Cijulang  gara-gara memosting ujaran kebencian terhadap institusi tersebut sebagaimana diunggah.

Akibat postingan tersebut membuat para tenaga kesehatan yang sibuk menangangi pasien positif Covid-19 itu pun geram.







Berdasarkan pantauan POSKOTAJABAR,  pada hari Jum'at (08/01/2021) pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai di Mapolsek Cijulang,Polres Ciamis, pemilik akun atas nama Karmini yang sebelumnya telah membuat postingan berupa ujaran kebencian yang ditujukan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Cijulang di Facebook memberikan klarifikasi tentang ketidak percayaannya terhadap pasien yang divonis positif dan dilakukan tindakan protokol kesehatan sesuai Standar Cegah Sebar Covid-19 di Desa Kertayasa dan Desa Cibanten.



 


Yang bersangkutan atas nama Karmini telah meminta maaf kepada Seluruh Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran dengan berupa video dan dibuatkan surat pernyataan bersama dan pernyataan diri terlampir.


Pernyataan klarifikasi tersebut disaksikan oleh Camat Cijulang, Kepala UPTD Puskesmas Cijulang, Kepala Desa Kertayasa, Tim Medis Puskesmas Cijulang sebanyak 20 orang.






Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Abdul Rohman mengatakan, pemilik akun Facebook bernama Karmini itu memang warga kelahiran Kertayasa.

"Ibu Karmini awalnya warga Desa Kertayasa, namun tahun 1998 kalau tidak salah pindah ke Yogyakarta mengikuti suaminya karena beliau nikah sama orang Yogyakarta," ujarnya saat dihubungi POSKOTAJABAR, Jumat (08/01/2021).







Rohman menyebutkan, sekitar satu minggu kebelakang dia (Karmini) datang kesini (Kertayasa), namun saya tidak tahu pasti. Tiba-tiba ada kabar soal postingan yang dilakukan ibu Karmini.

"Postingan ujaran kebencian tadi kalau tidak di scren shot saya tidak tahu karena tidak berteman di Facebook," akunya.

Kata Rohman, pada saat di Desa pun sudah di ingatkan untuk diselesaikan karena mengingat postingan ujaran kebencian itu terbilang bahaya, dan langsung pergi ke Polsek Cijulang.









"Pada saat di Mapolsek Cijulang yang bersangkutan juga tadi sudah melakukan video klarifikasi permohonan maaf dan membuat surat pernyataan tertulis," paparnya.

Dia mengaku, kedua belah pihak sudah menandatangani surat pernyataan tertulis berisikan saling memaafkan.

"Tinggal satu lagi, ibu Karmini diminta memposting video klarifikasi permohonan maaf di akun Facebook miliknya," sebut Rohman.







Rohman mengimbau, kepada warga masyarakat khususnya warga Deaa Kertayasa agar tidak sembarangan memposting ujaran kebencian di Medsos.

"Semoga ada hikmah dari kejadian ini, biar jadi kepada yang lain tidak serta merta bebas memposting apa saja," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala UPTD Puskesmas Cijulang perihal postingan ujaran kebencian yang dilakukan salah seorang warga di Medsos Facebook. (dry)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait