Musda II DPD Golkar Pangandaran Diwarnai Kericuhan, Inilah Poin Penyebabnya

Jawa Barat —Sabtu, 9 Jan 2021 21:19
    Bagikan:  
Musda II DPD Golkar Pangandaran Diwarnai Kericuhan, Inilah Poin Penyebabnya
Ketua DPD Golkar Pangandaran terpilih Taufik Martin yang terpilih secara Aklamasi dalam Musda II DPD Golkar Pangandaran yang berlangsung di Hotel Sandaan (foto: ist)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Partai Golkar Pangandaran yang berlangsung di Hotel Sandaan, Sabtu (09/01/2021) sempat warnai aksi dari simpatisan yang juga Pengurus Desa (PD). 

Dengan berjalannya Musda II pemilihan Ketua DPD Partai Golkar, nampak terjadi di bagian luar kegiatan, tepatnya di jalan Pantai Pangandaran puluhan massa aksi memanas, dan bahkan diwarnai adanya satu unit sepeda motor Suzuki Smash nopol F 6002 HE terbakar hingga hangus. 



Perwakilan Massa,  Giant Ronna Santoso yang juga fungsionaris Partai Golkar tahun 2019 menyebutkan, terkait aksi yang tadi dilakukan oleh rekan-rekan Pengurus Desa (PD) dan simpatisan merupakan aksi natural.

"Jadi jelas sekali rekan PD pun merasa terhina apabila aksi tersebut ditunggangi, memang ajangnya untuk evaluasi dan wajar adanya aksi massa yang bergejolak," kata Giant kepada sejumlah wartawan, Sabtu (09/01/2021).


Menurut dia, adapun tadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada pembakaran itu adalah dinamika, yang terpenting tetap kondusifitas Pangandaran ini tetap terjaga," ujarnya.

Kata Giant, perkara ini sifatnya yang hanya kontesasi biasa, mudah-mudahan kondusifitas Pangandaran tetap terjaga.

"Intinya itu, menjaga kondusifitas," tegasnya.




Giant mengatakan, Pengurus Desa dan simpatisan bergerak murni natural tidak ada yang menunggangi. Hal ini bisa terjadi, karena wadah untuk menyalurkan aspirasi di Partai Golkar itu sendiri sudah tersendat.

"Mau di tingkat PK, katanya tidak  pernah ada Muscam, diskusi dan sebagainya, oleh karena itu amarah atau beban yang lama sudah memuncak diluapkan sekarang ini," paparnya.

"Selama lima tahun kemarin clear tidak ada yang mengganggu. Ini adalah ajangnya juga hal yang normal, yang penting Pangandaran Juara, Pangandaran kondusif," pungkasnya.






Sementara, dari hasil Musda Taufik Martin terpilih kembali menjadi Ketua DPD Kabupaten Pangandaran.

Menurut Martin, pelaksanaan Musda II DPD Golkar Pangandaran sudah sesuai dengan AD-ART. Dan untuk hasil Musda itu Aklamasi, bahwa saya di percaya lagi oleh para Pengurus Kecamatan (PK) dan pengurus lainnya untuk memimpin Golkar 5 tahun kedepan.

"Semalam pun Erwin Tamrin mendaftarkan diri dengan memasukan formulir dan kita terima, dari hasil verifikasi bahwa Erwin Tamrin tidak memenuhi persyaratan," sebutnya. 






Dan untuk Insiden ditengah pelaksanaan Musda, Martin menegaskan, bahwa kejadian diluar ruangan Musda itu tidak ada hubungannya dengan acara Musda Golkar.

"Kalau yang tadi datang berpakaian Golkar, atau pengurus itu berarti tanggung jawab saya. Tapi mereka  bukan kader juga bukan simpatisan Golkar tetapi mereka itu ormas, jadi saya tegaskan tidak ada kaitannya," tutupnya. (dry)







Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait