Koordinator Bappilu Partai Golkar Jabar Agun Gunandjar Sudarsa Sebut Pelaksanaan Musda Sesuai Mekanisme

Jawa Barat —Minggu, 10 Jan 2021 11:32
    Bagikan:  
Koordinator Bappilu Partai Golkar Jabar Agun Gunandjar Sudarsa Sebut Pelaksanaan Musda Sesuai Mekanisme
Koordinator Bappilu Partai Golkar Jabar sekaligus anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa saat di wawancarai oleh awak media usai Musda II DPD Pangandaran (foto: ist)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Partai Golkar Pangandaran menetapkan M Taufik Martin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua dan kembali menahkodai DPD Partai Golkar Pangandaran untuk periode 2020-2025.

Kegiatan Musda DPD Partai Golkar Pangandaran berlangsung di Hotel Sandaan, Sabtu (09/01/2021) sempat diwarnai kericuhan.




Pada kesempatan tersebut, Koordinator Bappilu Partai Golkar Jabar sekaligus anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa menyebutkan, bahwa pada prinsipnya pelaksanaan Musda merupakan forum konsolidasi tertinggi guna menyelesaikan masalah di tubuh partai.

“Saya sudah menegaskan agar semua proses berpegang teguh kepada AD/ART partai, karena semua itu ada mekanismenya,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, usai acara Musda di Hotel Sandaan, Sabtu (09/01/2021).

Kata dia, jika ada pihak yang menilai pelaksanaan Musda inkonstitusional, cacat hukum dan lainnya masih ada jalan keluar yang bisa ditempuh.

“Jika ada yang dianggap cacat hukum, masih ada mekanisme yang bisa diambil yakni mahkamah partai,” terangnya.




Agun mengaku, partai tidak akan memihak kepada siapapun, semua diserahkan kepada AD/ART partai.

“Namun kami mengingatkan kepada siapapun yang terpilih dari Musda ini jangan merasa kuat sendiri," saran Agun.

Menurut dia, Ketua itu harus mampu menjalin komunikasi dengan kader serta pengurus sampai ke tingkat desa.

"Golkar adalah partai yang biasa mengalami dinamika di waktu-waktu sebelumnya. Tapi pada akhirnya semua terkonsolidasi dengan baik,” ucapnya.





Sebelum pelaksanaan Musda ada dua orang kandidat yang mencalonkan diri yaitu M.Taufik Martin dan dr. Erwin M Thamrin.

M Taufik Martin menjadi kandidat yang sudah digadang-gadang akan terpilih secara aklamasi atau calon tunggal.

Pada Jumat (08/01/2021) malam, Erwin mendaftarkan diri. Namun pendaftaran Erwin ditolak karena dianggap tidak memenuhi persyaratan yang digariskan oleh partai. Inilah yang kemudian memantik kekecewaan dari massa pendukung Erwin. Hingga aksi massa di acara musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Pangandaran ricuh yang sebabkan doleh konstelasi politik perebutan calon Ketua DPD Golkar Pangandaran. (dry)







Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait