Panca, Korban Pesawat Jatuh Sriwijaya Air SJ182, Sempat Minta Dibacakan Surat Yasin

Jawa Barat —Minggu, 10 Jan 2021 13:21
    Bagikan:  
Panca, Korban Pesawat Jatuh Sriwijaya Air SJ182,  Sempat Minta Dibacakan Surat Yasin
BERSAMA TEMAN: Panca Widia Nursanti (hijab merah) berfoto bersama teman-temannya, 6 Januari 2021 saat pulang ke rumahnya. Foto: Ist

POSKOTAJABAR, SLAWI

 

Masuknya nama Panca Widia Nursanti dalam daftar manifest penumpang Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) menyisakan duka mendalam bagi teman-teman sekolah di SMA Negeri 1 Slawi. Panca adalah  alumni tahun 1992 di sekolah yang berada di jantung kota Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.  


Baca juga : Pilot Sriwijaya Air SJ182 Captain Afwan, Dikenal Sebagai Orang yang Baik dan supportif di Mata Kerabat dan Tetangga


Salah satu temannya saat SMP dan SMA, Miftahudin bercerita terakhir bertemu Panca saat pulang ke rumahnya di Desa Surokidul, Kecamatan Pagerbarang, 6 Januari lalu. Dia pulang karena ibunya Hj Lungjiati menderita sakit .Panca adalah sulung dari tiga bersaudara pasangan Bambang Nursugeng (alm)-Lungjiati.  ‘’Kebetulan saya tetangga desa. Tak ada firasat apapun. Tapi saat kami bertemu, dia minta dibacakan Surat Yasin untuk ayahnya yang meninggal,’’ katanya, saat dihubungi PoskotaJateng, Minggu (10/1/2021).


Miftahudin menyebut, Panca sebagai sosok yang ceria dan tomboy.’Saat kami bersama di SMP 1 Pagerbarang, dia pribadi yang ramai dan ceria. Gayanya tomboy sehingga tak ada yang berani mengganggunya. Kami kaget atas musibah itu. Kami berharap ada keajaiban,’’ kata Guru MI Syalafiah Randusari Pagerbarang tersebut.


Sahabat Panca lainnya, Widininingsih mengaku kaget mendengar kabar kecelakaan pesawat yang mengangkut 62 penumpang tersebut. Dia mendengar informasi dari temannya yang bekerja di Batam, Sopan Hidayat pada Sabtu pukul 18.00 WIB.


‘’Sopan nanya, apakah saya sudah tahu ada pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan. Dia kaget kok ada nama Panca Widia Nursanti? Kagetnya, nama itu tak asing bagi kami, dan bukan nama pasaran. Yang bikin kami deg-degan tentu saja karena kami tahu Panca tinggal di Pontianak’’ katanya saat dihubungi Poskota Jateng, Minggu (10/1/2021).


BACA JUGA : Ikatan Cinta, Minggu 10 Januari 2021, Tayang Lebih Awal, Al Melelehkan Hati Andin, Rendy Terpaksa Menikahi Kiky


Refleks dia pun menghubungi nomor kontak Panca, Beberapa saat ada nada sambung, namun 10 menit kemudian sudah tak nada lagi hanya terdengar suara ‘nomor yang Anda hubungi di luar jangkauan’.


Dia mengaku sedih atas peristiwa tragis tersebut. Bersama teman-temannya memanjatkan doa agar ada keajaiban di balik musibah pesawat itu.  ‘’Saya berharap ada keajaiban, Dia yang saat ini mengajar di SMKN 3 Pontianak adalah sosok yang sangat mencintai keluarga dan patuh pada orang tuanya,’’ kata wanita yang bekerja sebagai Manajer Service PT Sika Indonesia, Bekasi, tersebut.


Teman Kongkow

Menurut Widi, panggilan akrabnya, Panca adalah teman kongkow semasa sekolah. Bersama rekan seangkatan di SMAN 1 Slawi, seperti Ratih Purwaningsih, Dessy Arifiyanti, Intan Fitrahati dan Sri Mei Ekowati mereka biasa berkumpul di rumah kos Panca yang berada di depan SMA. Karena domisili Panca yang jauh yaitu di Surokidul Pagerbarang, membuatnya harus indekos di Slawi.


Baca juga : Ramalan Zodiak Besok, Senin 11 Januari 2021, Capricorn Untung Besar, Leo Dilema Besar


Widi bercerita, bersama Panca memulai sekolah lanjutan atas, saat kelas satu yaitu di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada tahun 1989. Ketika mau naik kelas II, SPG dibubarkan dan kelak berubah bentuk menjadi SMAN 3 Slawi. Sebelum izin pendirian SMA itu turun, empat kelas kelas SPG merger dengan SMAN 1.


‘’Di kelas dua, saya masuk jurusan A1 (Fisika) dan Panca A2 (Biologi). Meskipun di SMA, dia memang sudah bercita-cita jadi guru,’’ kata Widi. Di matanya, Panca adalah sosok yang ramai dan humoris. Setiap mengomentari sesuatu hal pasti menimbulkan tawa yang mendengarnya. Aji/POSKOTAJATENG

 

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait