Misteri Batu Bertelapak Kaki di Gunung Jampang Manggung

Wisata —Senin, 11 Jan 2021 07:39
    Bagikan:  
Misteri Batu Bertelapak Kaki di Gunung Jampang Manggung
Dua warga Kampung Halimun, Mang Inay dan Mang Engkus menunjukan batu besar berstempel sepasang telapak kaki yang berada di pegunungan Jampang Manggung, Kabupaten Cianjur. (foto:nuki)
POSKOTAJABAR,CIANJUR

Sebuah penampakan didapati di hutan belantara salah satu pengunungan di wilayah Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.  Penampakan disana bukanlah sebangsa makhluk astral, melainkan sebuah benda mati yaitu sebongkah batu berukuran besar. Tapi batu tersebut tak seperti batu biasanya. 




Jika diamati dengan cermat, batu yang satu ini memang terlihat unik, karena di bagian atasnya terdapat sebuah penampakan yang menakjubkan. Sebuah mahakarya yang di yakini bukanlah orang sembarangan yang membuatnya.


 

Diatas hamparan batu besar itu terpampang sepasang telapak kaki. Meski teksturnya terlihat memudar, tapi masih dapat dilihat jelas dengan mata telanjang.

Sayang informasi soal batu berstempel sepasang telapak kaki ini belum dapat diketahui lebih dalam. Masyarakat di sekitar pegununganpun saat di tanya soal asal usulnya tak bisa menjelaskan dengan detail.


"Nama gunungnya sih disebut Gunung Jampang Manggung. Nah, batu ini sudah ada sejak dulu Kang. Tapi soal asal usulnya saya tidak mengetahui pasti,"ujar Mang Inay salah seorang penduduk Kampung Halimun, Desa Mekarjaya.

Penduduk Kampung Halimun lainnya, Mang Engkus mengaku tak mengetahui dengan pasti ikhwal telapak kaki di batu besar tersebut.

"Saya juga kurang tau Kang bagaimana sejarahnya telapak kaki di batu itu teh. Tapi sepengetahuan, itu memang sudah ada sedari dulu,"kata Engkus.

Menuju lokasi batu unik ini terbilang gampang-gampang susah. Dengan jalan kaki, perjalanan bisa ditempuh selama 1 jam. Melewati hutan pinus dan semak belukar yang rimbun.

Selain soal kondisi dan medan jalan, satu hal lainnya yang membuat gampang-gampang susah menemukan lokasi ini yaitu terkadang pikiran dan mata kita dibuat tidak fokus, sehingga arah jalan menjadi sasar.

"Saya saja orang asli sini yang sering naik turun gunung Jampang Manggung terkadang suka lupa dimana lokasi batu tersebut. Bahkan suatu waktu, sempat tak tahu arah jalan alias sasar Kang,"ujar Pa Anan salah seorang tokoh di Kampung Halimun.
Sama halnya dengan Inay dan Engkus, saat ditanya soal asal usul batu tersebut Pa Anan mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Kalau asal usulnya saya juga yang istilahnya merupakan penduduk pertama disini sama sekali tidak tahu Kang,"ujarnya. (Nuki)
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait