Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat Salurkan BST ke Delapan Desa

Jawa Barat —Senin, 11 Jan 2021 07:55
    Bagikan:  
Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat Salurkan BST ke Delapan Desa
Warga Desa Jambudipa sedang menerima bantuan sembako dari Kecamatan Cisarua. (foto:ist)

POSKOTAJABAR, NGAMPRAH.

2.106 Paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dibagikan kepada delapan desa Kecamatan Cisarua, Minggu (10/01/2021).

Pembagian sembako tersebut merupakan program Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahun 2021. Dalam pembagian sembako tersebut yang dilaksanakan oleh pihak Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.



BACA  JUGA  : Timbulkan Kerumunan, Resepsi Pernikahan di Mangunjaya Pangandaran Dibubarkan Satgas Covid-19



Pembagiannya, sembako tersebut disalurkan menjadi dua titik. Pembagian pertama sembako tersebut dibagikan di dalam Gedung Olahraga (GOR) Bulutangkis Pelita, yang dibagikan kepada Desa Jambudipa, Desa Pasirhalang, dan Desa Pada Asih.

Sedangkan penyaluran sembako yang kedua, kepada Desa pasirlangu, Desa Kertawangi, Desa Tugumukti, Desa Cipada dan Desa Sadangmekar.



BACA JUGA :Oke Dhurrotul Jannah, Pramugari NAM Air Asal Bandung yang Ikut Menjadi Korban Sriwijaya Air Sj182




Menurut Kepala Desa Pasirhalang Asep Rohimat. S.Pd. dengan adanya Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021, itu tidak dijadikan alasan untuk penundaan penyaluran BST.

"Karena warga masyarakat  yang ada di Cisarua ini, sangat membutuhkan bantuan, dan uluran tangan pemerintah, apa lagi dijaman sekarang ini, banyak warga yang menganggur karena di PHK dari tempat kerjanya, jadi dengan adanya bantuan di saat pandemi Covid -19 ini, sangat membantu sekali masyarakat,” jelasnya.



BACA JUGA : SE Gubernur Soal PPKM Covid-19 Isinya 10 Poin, Bandung Siapkan Perwal



Begitu pula menurut salah seorang warga Cisarua, Desa Jambudipa, Sri (40) yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), dari Kemensos senilai Rp 300.000 per keluarga per bulan. 

Menurut Sri, uang sebesar Rp 30 ribu tersebut, bagi orang yang ekonominya mapan, "Uang sebesar itu, mungkin tidak ada artinya bagi mereka, tapi bagi kami, uang tersebut sangat berarti untuk menyambung hidup dalam perekonomian yang morat marit seperti ini," ulas Sri.




BACA JUGA  : Hilang Kendali Seorang Pesepeda Jatuh dan Meninggal Dunia Dilokasi

 

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Udan (54) warga Desa Pada Asih, yang sudah lama dirinya bekerja sebagai tukang ojeg konvensional.

Udan merasa terharu dan gembira mendapatkan bantuan dari pihak pemerintahan setempat, harapan Udan pembagian sembako dan uang Rp 300 ribu dapat menyambung hidup keluarganya, dan harapannya semoga pemberian tersebut menjadi bermanfaat bagi keluarganya tersebut. (Bagdja)




BACA JUGA :  Ular Sanca Batik Sepanjang Tiga Meter Muncul Ditengah Pemukiman Warga Kota Sukabumi

 


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait