Travelling Asyik Bersama Pemuda Peduli

Gaya Hidup —Senin, 11 Jan 2021 17:55
    Bagikan:  
Travelling Asyik Bersama Pemuda Peduli
Travelling Asyik Bersama Pemuda Peduli. Foto Pemuda Peduli

POSKOTAJABAR, BANDUNG

SocPacker atau Social Packer begitulah nama kegiatan dari salah satu program Social Travelling yang ada di Pemuda Peduli. Kegiatan ini sendiri merupakan suatu wadah bagi traveller yang ingin melakukan kegiatan travelling sembari melakukan kegiatan sosial.


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemuda Peduli mengembangkan wisata di pelosok Indonesia serta menyampaikan pesan bahwa dengan hal kecil dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat bisa menghasilkan suatu manfaat.


Pada tanggal 21-22 September lalu, Program ini melakukan culture visit dan menyambangi Kampung adat Dukuh guna mengenali budaya yang ada di sana. Juga, Melakukan sosialisasi lingkungan terutama tentang kebersihan sampah yang ada di lingkungan sekitar. Tak lupa donasi buku sebagai bentuk PemudaPeduli juga ikut memperhatikan kebutuhan literasi masyarakat sekitar.

Penyerahan Donasi Buku Secara Simbolis kepada Masyarakat.
Disamping culture visit yang dilakukan, diadakan pula camping sebagai bagian dari travelling yang dilaksanakan di atas bukit Teletubbies dengan pemandangan laut dan Gunung Papandayan yang mana ketika malam tiba akan ada 1000 bintang yang menghiasi langit ketika gelap tiba.


Adapula kegiatan bersih-bersih sampah di sekitaran Pantai Sayang Heulang. Diadakan pula games menarik untuk menyemarakkan acara ini.


Said Alwy, selaku Direktur Program Pemuda Peduli berpendapat bahwa tujuan dari adanya kegiatan ini untuk mempelajari budaya dan juga mengerti kebiasaan turun-temurun masyarakat pelosok.


“Kita ingin belajar, gimana sih mereka bisa bertahan dengan minimnya penggunaan gadget. Dan yang menjadi kejutan, mereka hidup di sana dengan stabil” Jawab Pria yang akrab disapa Alwy tersebut.


Alwy menambahkan bahwa penggunaan gadget/alat elektronik memanglah penting apalagi di masa pandemi seperti ini. Dimana alat elektronik seperti Handphone, laptop menjadi barang yang lumrah digunakan sebagai sarana belajar. Tapi, kita juga tidak bisa selalu berketergantungan kepada alat elektronik.


“Kita harus beradaptasi, betul itu. Tapi jangan kita gantungkan diri kita terhadap gadget yang kita gunakan itu terlalu dalam” Ungkap Said Alwy.


Ia juga berpesan kepada setiap traveller yang ingin melakukan kegiatan sosial/berbagi kepada sesama.
“Berbagi itu bisa lewat berbagai hal. Seluruh aktivitas kita bisa membawa manfaat. Itu semua, tergantung diri kita sendiri. Mau atau tidak memberikan kebermanfaatan itu pada orang lain” Tukas Alwy saat ditemui di Kantor Pemuda Peduli.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait