Pesawat Sriwijaya Air Sj-182 Diduga tidak Meledak di Udara, Ini Alasanya

Jawa Barat —Selasa, 12 Jan 2021 15:47
    Bagikan:  
Pesawat Sriwijaya Air Sj-182 Diduga tidak Meledak di Udara, Ini Alasanya
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air terjatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta. (ys/pos kota)

 POSKOTAJABAR,BANDUNG


Terjatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih menyisahkan teka-teki yang sesungguhnya. Pencarian serpihan badan pesawat dan beberapa evakuasi korban masih berlanjut, selain itu Black Box yang menjadi kunci dari jatuhnya pesawat tersebut juga belum ditemukan.


BACA JUGA : Sinopsis Ikatan Cinta, Selasa 12 Januari 2021, Disaat Aldebaran Mencintai Sepenuhnya, Andin Menjauhi Al Karena Kebohonganya


Namun Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) menduga mesin pesawat Sriwijaya Air SJ -182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021) dalam kondisi hidup sebelum membentur permukaan air.

Hal ini diungakpan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono berdasarkan dugaanya pada tiga temuan.

Pertama adalah data radar (ADS-B) dari Perum LPPNPI (Airnav Indonesia).

Dari data tersebut, kata Soerjanto, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB dan terbang menuju arah barat laut.

Pada pukul 14.40 WIB pesawat mencapai ketinggian 10.900 kaki.


BACA JUGA:  Syarat Penerima Vaksin dan Kriteria Kondisi Tubuh yang Tidak Boleh di Beri Vaksin Covid-19


Tercatat, lanjutnya, pesawat mulai turun dan data terakhir pesawat pada ketinggian 250 kaki.

Soerjanto mengatakan terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data.

"Dari data ini kami menduga bahwa mesin dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," kata Soerjanto dalam keterangan resmi KNKT pada Selasa (12/1/2021).

Kemudian yang mendukung dugaan tersebut yakni data lapangan yang didapat KNKT dan KRI Rigel.

Data tersebut menunjukkan sebaran wreckage memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300 - 400 meter.

"Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," kata Soerjanto.

Temuan bagian pesawat yang telah dikumpulkan oleh Basarnas, kata Soerjanto, salah satunya adalah bagian mesin yaitu turbine disc dengan fan blade yang mengalami kerusakan.


Baca juga : Ramalan Zodiak Besok, Rabu 13 Januari 2021, Percintaan Taurus Terlalu Posesif, Leo Belajar Pendewasaan


Menurut Soerjanto Kerusakan pada fan blade menunjukan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai dengan pesawat pada ketinggian 250 kaki. Jadi bisa disimpulkan bahwa Pesawat ketika terjatuh belum mengalami ledakan.

Berbagai sumber

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait