Polresta Tasikmalaya Amankan Tujuh Tersangka Kasus Narkoba

Kriminal —Selasa, 12 Jan 2021 19:15
    Bagikan:  
Polresta Tasikmalaya  Amankan Tujuh Tersangka Kasus Narkoba
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan menggelar Konfrensi Pers dengan memperlihatkan barang bukti sabu dan para tersangka. (fotoLkris)

POSKOTA JABAR TASIKMALAYA.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan mengungkapkan, peredaran narkotika jenis sabu dan obat-obatan di Wilayah Hukum Polresta Tasikmalaya, mulai memiliki tingkat kerawanan yang cukup besar.

 Hal itu diungkapkan Kapolresta Tasikmalaya saat konferensi pers, di Mapolresta, Selasa (12/01/2021).  Pada saat itu, dijelaskan kasus narkoba pada minggu ke 1 Bulan Januari 2021 dengan menghadirkan  tujuh tersangka kasus narkoba yang berhasil diamankan Polresta Tasikmalaya.

“Minggu ke 1 Bulan Januari 2021, ini, jajaran Polresta Tasikmalaya, telah mengamankan para tersangka beserta barang bukti telah kami amankan, jumlah barang bukti tersebut yakni sabu kurang lebih 26,22 gr, Psikotropika 13 Tablet Crolilex Clozapine 25 mg," ungkap Doni Hermawan.




BACA JUGA : Hingga Selasa Ini, Tercatat 16 Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana Longsor di Cimanggung Sumedang


Dari seluruh kasus narkotika, polisi juga menyita barang bukti yaitu obat farmasi dengan barang bukti obat Tramadol sebanyak 164 butir dan obat Hexymer sebanyak 675 butir.

“Ini memang cukup besar dan memang tingkat kerawanan peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya ini menjadi status "zero narkoba".



BACA JUGA : Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Langsung Dibawa Menuju Pelabuhan JICT 2


“Kita tetap harus menyelamatkan generasi muda, generasi bangsa dari ketergantungan narkoba. Agar kita ingat generasi muda merupakan aset bangsa. Hal ini akan terus kita gelorakan untuk perangi narkoba di Kota Tasikmalaya,” ujarnya

Kini Para tersangka Penyalahgunaan Narkotika dijerat Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman Penjara 4 tahun sampai 12 tahun dan Denda Rp 800 Juta hingga Rp 8 Miliar.

Sedangkan untuk Penyalahgunaan Obat Keras dijerat Pasal 196 dan Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan Ancaman Penjara maksimal 10 Tahun dan Denda Rp 800 Juta hingga Rp 8 Miliar," paparnya. (Kris).



BACA JUGA : Media Asing Soroti Tragedi Sriwijaya Air SJ182 Mirip dengan Lion Air 610 tahun 2018

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait