Tim DVI Berhasil Mengidentifikasi Tiga Korban Pesawat Sriwijaya Air, Dua Penumpang dan Satu Co-pilot

Jawa Barat —Selasa, 12 Jan 2021 20:47
    Bagikan:  
Tim DVI Berhasil Mengidentifikasi Tiga Korban Pesawat Sriwijaya Air, Dua Penumpang dan Satu Co-pilot
Tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban Sriwijaya Air SJ-182. (Ist.)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi tiga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, masing-masing dua orang penumpang dan satu orang co-pilot Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak. Kapus Inafis Mabes Polri, Brigjen Hudi Suryanto, mengatakan, co-pilot yang berhasil di identifikasi adalah Fadly Satrianto (38).

Fadly merupakan ekstra kru yang saat itu terdaftar sebagai penumpang karena ia akan berugas di NAM Air (Grup Sriwijaya Air) untuk terbang dari Pontianak ke daerah lain. Korban tercatat dalam manifes penumpang Sriwijaya Air SJ-182 di nomor 31.

"Ini didapat dari perbandingan sidik jari (antemortem dan posmortem), hasilnya ini yang kami dapat," katanya, Selasa (12/01/2021).

Dari data kependudukan sendiri, kata Hudi, co-pilot ini merupakan satu dari enam ekstra kru dalam pesawat berdomisili di Jawa Timur, tepatnya di Jalan Teluk Penanjung Nomor 17 RT 04/RW 05, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

"Perbandingan sidik jarinya dari e-KTP telunjuk kanan yang berhasil kita identifikasi dari potongan bagian tubuh yang kami dapatkan, identik 12 titik," ujarnya.

BACA JUGA:  Black Box Diserahkan dari Basarnas ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi

Untuk jenazah kedua yang teridentifikasi, sambung Hudi, adalah Asy Habul Yamin (36), dalam manifes Sriwijaya Air SJ-182 namanya berada di nomor 40. Jasad korban pun terdiri dari dua kantong kantong jenazah, nomor 00729 dan 0029.

"Ini tempat tanggal lahirnya di Sintang, 31 Mei 1984,  dan alamat Jalan Sakti Nomor 7A, RT 05/06, Kelurahan Patukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta," terangnya.

Selanjutnya, kata Hudi, untuk jenazah ketiga yang teridentifikasi pada hari kedua proses rekonsiliasi oleh Tim DVI atas nama Khasanah (50). Hal itu didapat dari pencocokan sidik jari jempol kanan tercatat di nomor 28.

"Atas nama Hasanah, Lamongan 28 Desember 1970, perempuan, agama Islam, alamatnya Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat," sambungnya.

BACA JUGA:  Hari Keempat Pencarian Korban Longsor Sumedang, Polri Kerahkan Tim K-9

Dengan kembali diketahui tiga jenazah, hingga hari ini total sudah empat korban yang berhasil teridentifikasi. Sebelumnya, Senin (11/01/2021) jenazah Okky Bisma yang merupakan pramugara Sriwijaya Air berhasil juga berhasil diidentifikasi lewat pencocokan sidik jari. (Ifand/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait