Penyelam TNI AL Ceritakan Perjuangan untuk Menemukan Benda Vital Black Box Pesawat Sriwijaya Air

Jawa Barat —Selasa, 12 Jan 2021 23:34
    Bagikan:  
Penyelam TNI AL Ceritakan Perjuangan untuk Menemukan Benda Vital Black Box Pesawat Sriwijaya Air
Tim Penyelam TNI AL tengah melakukan pencarian korban serta serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. (Yono)



POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Flight data recorder (FDR) atau bagian kotak hitam (Black Box) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2020) kemarin berhasil ditemukan oleh penyelam TNI AL pada Selasa (13/1/2021) WIB.

Penyelam TNI AL Mayor Laut Teknik Iwan Kurniawan menceritakan perjuangan untuk menemukan benda vital black box (kotak hitam) pesawat Sriwijaya Air, yang dimulai pukul 11.00 WIB.

 "Jadi didapatkan black box itu kita pencarian sekitar jam 11, dapet beacon-nya berikut di siang hari, dapat cashing FDR-nya dan penyelaman terakhir pas saya sama tiga rekan saya dapat FDR-nya," tutur Iwan, saat ditemui di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021) WIB.

 

BACA JUGA : Hari Keempat Pencarian Korban Longsor Sumedang, Polri Kerahkan Tim K-9

 

Dia menyebut, KRI Rigel awalnya memberikan titik koordinat keberadaan kotak hitam tersebut. Kemudian, Iwan bersama dua rekannya memusatkan pencarian pada titik bongkahan besar pesawat yang ditemukan.

"Pertama dikasih koordinat dari KRI Rigel, setelah itu kami melakukan operasi pencarian, kita temukan puing-puing, kita pindahkan jangkar, kita ploting awal lagi," jelas Iwan.

Lalu Iwan bersama Tim nya melakukan survei. Setelah itu ia melihat titik bongkahan besar pesawat Sriwijaya Air.

 

BACA JUGA  : Daftar 10 Aturan PPKM Jawa-Bali dari 11 sampai 25 Januari 2021 yang Harus Kamu Tahu

 

Iwan tidak menyebutkan secara rinci di mana tepatnya ia menemukan FDR tersebut. Saat ini, Tim SAR masih melanjutkan proses pencarian korban dan bagian pesawat serta cockpit voice recorder (CVR) yang berlum ditemukan.

CVR merupakan bagian lain dari kotak hitam yang menyimpan isi percakapan pilot dan kopilot.

Setelah Black Box berupa Flight Data Recorder (FDR) ditemukan, kemudian langsung dibawa dan tiba di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pukul 18.00 WIB diangkut dengan KRI Kurau, dan langsung diserahterimakan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

 

BACA JUGA : Media Asing Soroti Tragedi Sriwijaya Air SJ182 Mirip dengan Lion Air 610 tahun 2018


FDR atau Black Box yang ditempatkan di sebuah tempat khusus tersebut, tampak digotong oleh sejumlah anggota tim penyelam dari TNI AL dan lansung ditaruh di atas meja yang telah disiapkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kemudian menyerahkan secara simbolis Black Box Sriwijaya Air SJ-182 itu kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito.

 

BACA JUGA : Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Langsung Dibawa Menuju Pelabuhan JICT 2

 

“Saya mewakili seuruh prajurit yang bertugas di lapangan, anggota Polri yang bertugas di lapangan, termasuk stakeholder yang bertugas di lapangan, menyerahkan hasil temuan yaitu FDR kepada penanggung jawab operasi evakuasi pesawat SJ-182 kepada Kabasarnas,” ucap Hadi. (Yono/win)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait