Harga Cabe Rawit di Kabupaten Pangandaran Alami Lonjakan

Jawa Barat —Rabu, 13 Jan 2021 09:42
    Bagikan:  
Harga Cabe Rawit di Kabupaten Pangandaran Alami Lonjakan
Cabe rawit yang harganya pedas sesuai dengan rasa cabe (foto: ist)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN

Harga cabe rawit di Pasar tradisional Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dalam satu pekan terakhir mengalami lonjakan harga yang sigfinikan

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, harga cabe rawit di Pasar Kalipucang mengalami kenaikan dari sebelumnya dijual Rp 55 ribu per kilogram kini menjadi Rp 88 ribu per kilogram.

"Dalam satu pekan terakhir naiknya Rp 33 ribu atau 37,5 persen," ujar Tedi saat dihubungi POSKOTAJABAR, Selasa (12/01/2021).






Sementara itu, kata dia, di Pasar Pananjung harga cabe rawit naik Rp 30 ribu perkilogramnya, semula harga perkilogram Rp 55 ribu kinib menjadi Rp 85 ribu perkilogram. 

"Kenaikan harga cabe mencapai 35 persen," katanya.

Untuk di Pasar Parigi sendiri, sambung dia, kenaikan cabe rawit dari Rp 60 ribu perkilogram menjadi Rp 80 ribu perkilogram.

"Di pasar Parigi kenaikan sebesar Rp 20 ribu atau 25 persen," terangnya.






Menurut Tedi, kenaikan cabe rawit ini dikarenakan pasokan barang yang mulai langka. Biasanya para pedagang memasok dari daerah Jawa Tengah atau dari Garut.

"Selain itu, komoditas yang mengalami kenaikan seperti bawang putih, cabe hijau, daging ayam BR, telur ayam BR, cabe merah dan cabe keriting. Namun kenaikanya tidak terlalu signifikan, rata-rata kenaikan dari Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu," ungkapnya.





Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Parigi Enah (45) mengaku, bahwa selain harganya mahal, kualitas cabe juga kurang bagus akhir-akhir ini.

"Mungkin dari daerah asalnya sedang banjir atau hujannya lebat, jadi kualitasnya kurang bagus," singkatnya. (dry)







Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait