Akibat Banjir, Aktivitas Warga Dua Kampung di Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya Lumpuh

Jawa Barat —Rabu, 13 Jan 2021 11:29
    Bagikan:  
Akibat Banjir, Aktivitas Warga Dua Kampung di Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya Lumpuh
Ratusan rumah di Kampung Bojongsoban dan Hegarsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terendam banjir. (foto:kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Hujan deras dengan isensitas tinggi yang terjadi sejak sore hingga Selasa malam menyebabkan aliran Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang meluap hingga meredam ratusan rumah di Kampung Bojongsoban dan Hegarsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Pantauan POSKOTA JABAR ratusan rumah di dua kampung masih terendam banjir setinggi 50 centimeter hingga mencapai 1 meter lebih. Ratusan pemilik rumah masih bertahan dalam kondisi banjir yang merendam rumahnya. Walaupun, tidak  tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut melumpuhkan aktivitas warga.



BACA JUGA : Harga Cabe Rawit di Kabupaten Pangandaran Alami Lonjakan


Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Hendi, mengatakan, hujan yang terjadi sejak siang hingga Selasa malam mengakibatkan Sungai Citanduy dan Cikidang meluap mengenangi ratusan rumah dengan ketinggian rata-rata antara 50 centimeter sampai sampai satu meter.  Akan tetapi warga tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

"Memang ketinggian air yang paling parah itu di Kampung Bojongsoban dan Hegarsari dan ketinggian 50 centimeter sampai satu meter, tetapi dilokasi lainnya hanya mencapai 30-40 centimeter. Namun, dengan kondisi tersebut masyarakat masih tetap menunggu air surut dan beberapa orang berupaya membuang genangan air yang masuk ke rumah," katanya, Rabu (13/01/2021).



BACA JUGA : Media Asing Soroti Tragedi Sriwijaya Air SJ182 Mirip dengan Lion Air 610 tahun 2018



Hendi mengatakan, banjir yang sering terjadi di Kecamatan Sukaresik tak hanya merendam ratusan rumah di dua kampung tetapi puluhan areal persawahan milik masyarakat dipastikan gagal panen meski ada sebagaian sudah ada yang tanam. Akan tetapi, sekarang air sudah terlihat surut antara 5 sampai 10 centimeter meski kondisi genangan masih terjadi karena kedua sungai masih besar.

"Akan tetapi Sebagian warga masih berupaya melakukan penjemuran kasur, bantal dan material lainnya tapi ada juga yang belum melakukanya karena genangan air masih tinggi. Banjir yang terjadi di tahun 2021 baru pertama dan di tahun 2020 pernah terjadi tiga kali meluap mengenangi lebih dari dua kampung," ujarnya.




 

BACA JUGA : Dibakar Cemburu Melihat “PL” Menemani Tamu, End Tusuk Ato Hingga Tewas


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Irwan mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak kemarin siang mengakibatkan luapan Sungai Citanduy dan Cikidang kembali meluap menggenangi dua kampung pada pukul 22.00 WIB. Genangan air yang melalui jalan Hegarsari menuju Kantor Desa sampai sekarang tidak bisa dilaluinya.

"Hujan yang merendam ratusan rumah berada di dua kampung memang ketinggian air sudah mencapai 50 centimeter, tetapi warga dekat aliran Sungai Citanduy memang banyak rumah tergenang hingga satu meter.

"Kami selama ini sudah berupaya meminta masyarakat supaya waspada, karena cuaca ektrem yang terjadi selama ini banyaknya berbagai kejadian tidak hanya banjir tapi longsor," pungkasnya. (Kris)





BACA JUGA : Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Langsung Dibawa Menuju Pelabuhan JICT 2



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait