PSSI Membentuk Tim Ad-Hoc untuk Mengimplementasikan Inpres No. 3 Tahun 2019

Sepak Bola —Kamis, 14 Jan 2021 14:34
    Bagikan:  
PSSI Membentuk Tim Ad-Hoc untuk Mengimplementasikan Inpres No. 3 Tahun 2019
PSSI mengimplementasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional (P3N). Untuk itu, PSSI membentuk Tim Ad-Hoc. (PSSI)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

PSSI terus bergerak untuk mengimplementasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional (P3N). Untuk itu, PSSI sudah membentuk Tim Ad-Hoc untuk mempercepat hal ini. Tim Ad-Hoc terdiri dari 18 orang dan diketuai oleh Dr. Ir. Agus Ambo Djiwa MP dan Wakil Ketua Umum Drs. Tommy Apriantono, MSc, PhD.

Menurut Agus, sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia (3,5 miliar penduduk dari 7,2 miliar). Indonesia dengan penduduk lebih dari 365 juta jiwa, merupakan salah satu penyumbang terbesar jumlah penggemar sepak bola di seluruh dunia. "Indonesia juga menjadi negara kedua di dunia yang mencintai sepak bola, dengan angka 77% penduduk yang mencintai sepak bola. Akan tetapi, hanya 17% penduduknya aktif main sepak bola pada urutan ke-22 di dunia," ujar Agus.


Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memimpin pertemuan dengan Tim Ad-Hoc. (PSSI)


Tidak hanya itu, stadion selalu dipenuhi suporter saat penyelenggaraan pertandingan. Apakah itu Liga 1, Liga 2 maupun Timnas saat bermain. Untuk stadion, setidaknya ada 175 stadion, namun hanya 2 yang berstandar AFC. Tidak hanya itu, PSSI sebagai federasi tidak memiliki stadion maupun tempat Latihan untuk timnas.

BACA JUGA:  Timnas PSSI U-19 Akan Menjalani Karantina Mandiri, Begitu Tiba di Indonesia

Agus menambahkan, saat ini ada 7 PPLP yang tersebar di 7 provinsi, 1 SKO Ragunan, dan 1 PPLM di Purwakarta belum berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat elite pesepak bola atau akademi kelas Asia dan dunia. "PSSI yang rutin menggelar kompetisi professional tidak memiliki akademi berkualitas di Asia atau dunia, sehingga kesulitan men-supply pemain muda berbakat untuk menjadi andalan Timnas nasional. Sekolah sepak bola (SSB) juga belum memiliki standar kualitas yang seragam," jelas Agus.

Ketua Umun PSSI, Mochamad Iriawan, menambahkan, banyak tantangan yang dihadapi PSSI ke depan. Selain soal kompetensi kepelatihan, juga soal kompetensi perwasitan dan tata kelola penyelenggaraan kompetisi yang ada, belum menjangkau potensi sekolah dan usia secara terstruktur, berjenjang dan berkelanjutan."Itu semua menjadi tantangan PSSI ke depan. Tetapi, dengan perhatian dari pemerintah, kami yakin sepak bola akan maju," ujar Iriawan.


Ketua Umun PSSI, Mochamad Iriawan, mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi PSSI ke depan, dalam rangka meningkatkan prestasi. (PSSI)

BACA JUGA:  Basarnas Telah Evakuasi 141 Kantung Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ 182

Iriawan pun meyakini, dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 ini akan ada peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional. Sebab, dengan Inpres ini pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola akan membaik.

Kemudian, pengembangkan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola. Penyediaan prasarana dan sarana stadium sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan pemusatan latihan sepak bola. (nang's)

Editor: Setiawan
    Bagikan: