Kegiatan Vaksinasi Gubernur Banten Ricuh Gara-gara Awak Media Dilarang Mengambil Gambar

Jawa Barat —Kamis, 14 Jan 2021 18:40
    Bagikan:  
Kegiatan Vaksinasi Gubernur Banten Ricuh Gara-gara Awak Media Dilarang Mengambil Gambar
Gubernur Banten, Wahidin Halim, usai disuntik vaksin. (toga)

POSKOTAJABAR, TANGERANG. 

Kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) se-Provinsi Banten berakhir ricuh. Hal itu lantaran awak media dilarang mengambil gambar saat dilakukan penyuntikan vaksin kepada kepala daerah dan DPRD Banten.

Kericuhan bermula saat wartawan foto dan TV dilarang masuk untuk mengabadikan proses vaksinasi. Sehingga, adu mulut antara awak media dan Gubernur Banten, Wahidin Halim, tak terhindarkan. Penyuntikan vaksin Sinovac tersebut berlangsung di Pendopo Kota Tangerang.

"Presiden dan menteri saja bisa kita foto, masa ini enggak. Kita mau nunjukin ke masyarakat kalau kepala daerahnya sudah divaksin," ujar Hendrik, salah satu wartawan yang dilarang meliput, Kamis (14/1/2021).

BACA JUGA:  Kontingen Garuda Siap Mengemban Misi Negara Dalam Tugas dan Misi Perdamaian di Afrika Tengah

Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, usai disuntik vaksin mencoba menunjukannya kepada awak media. Namun, sejumlah awak media curiga itu hanya suntik vitamin.

"Enggak ada bukti. Jangan-jangan itu cuma vitamin saja," teriak beberapa wartawan lainnya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim, yang berada di samping Andra Soni pun langsung menunjukan lengan tangan Ketua DPRD yang terdapat bekas suntikan. Usai menunjukan lengan tersebut, Wahidin langsung mengajak Andra meninggalkan lokasi vaksinasi.

"Tuh, tuh, tuh Sinovac-nya tuh. Kalau enggak percaya ya sudah. Gimana kamunya enggak percaya begitu," kata Wahidin.

BACA JUGA:  Dua Pegawai Waterboom Lippo Cikarang Ditetapkan Menjadi Tersangka

Seperti diketahui, vaksin Sinovac mulai disuntikan terhadap warga Indonesia mulai Rabu (13/01/2021). Presiden Joko Widodo merupakan orang bertama yang dilakukan penyuntikan vaksin. Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. (toga/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan: