Puluhan Perahu Karet dari BPBD dan Kepolisian Diterjunkan ke lokasi Banjir Sukaresik

Jawa Barat —Jumat, 15 Jan 2021 07:24
    Bagikan:  
Puluhan Perahu Karet dari BPBD dan Kepolisian Diterjunkan ke lokasi Banjir  Sukaresik
Petugas dari kepolisian berusaha menyebrangkan warga yang terkena banjir di Kec. Sukaresik. (foto:Ist)

POSKOTA JABAR, TASIKMALAYA.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan bersama TNI dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya menerjunkan perahu karet dalam mengecek kondisi warga yang terkena banjir di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (14/01/2021). 

"Puluhan perahu karet diterjunkan guna menyisir lokasi banjir dan melihat kondisi warga yang terkena dampak banjir yang disebabkan dari hujan deras yang terus menerus menguyur wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya menyebabkan air Sungai Citanduy dan Cikidang meluap," ujar Kapolresta Tasikmalaya.


BACA JUGA : Korban Banjir Sukanagara Manfaatkan Tanggul untuk Memasak dan Tidur


Menurut dia, kondisi banjir yang terjadi di Kampung Bojongsoban dan Hegarsari sudah mulai surut dan terlihat Ketinggian air banjir yang semula sekira 80 centimeter, kini ketinggiannya sekira 40 centimeter dan mudah-mudahan di sore hingga malam nanti air sudah mulai surut.

Sejauh ini warga di lokasi banjir masih bertahan di rumah masing-masing karena memang ketinggian banjirnya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak diperlukan evakuasi.



BACA JUGA :Fasilitator Suntik Vaksin, Ariel Noah Mengaku tidak Merasa Sakit, Biasa Saja

 

"Kami siapkan perahu karet dan menyiagakan personel apabila terjadi banjir susulan, personel sudah siap dan tinggal mengevakuasi warga," tuturnya.

Sementara, itu menurut Pelaksana Tugas (Plt)Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, pihaknya sudah memberi solusi penanganan banjir langganan di Kecamatan Sukaresik. Salah satunya adalah dengan melakukan pengerukan dan pelebaran sungai oleh pihak BBWS sudah menyanggupi dan akan menurunkan alat berat.


BACA JUGA : Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sempat Tegang, Tensinya Naik Saat Hendak Divaksin

 

Namun, proses pengerukan dan pelebaran itu terkendala adanya warga yang ingin meminta ganti atas lahan mereka. Sebab, kerukan sungai itu nantinya akan disimpan di bantaran," ucapnya

Padahal bantaran sungai masih termasuk wilayah sungai. "Kita masih terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar mau. Karena kalau tak dikeruk, akan banjir dan menghantui mereka terus," ujarnya. (Kris)



BACA JUGA : Pesan Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal Dunia pada Anaknya, Jaga Ibu dan Jaga Shalat!

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait