Situasi Masih Krisis, Presiden Jokowi Ingatkan Jajarannya Agar Bekerja Lebih Cepat

Jawa Barat —Jumat, 15 Jan 2021 15:16
    Bagikan:  
Situasi Masih Krisis, Presiden Jokowi Ingatkan Jajarannya Agar Bekerja Lebih Cepat
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto:ist)


POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya bahwa sekarang ini masih dalam situasi krisis. Sebab itu, kita harus bekerja lebih cepat, sehingga bisa memberikan daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi.

"Di tahun 2021 kita harus kerja lebih cepat lagi. Kita harus sadar masih dalam kondisi krisis, semangatnya harus berbeda, aura harus berbeda, harus pindah ke chanel exstraordinary," terang Jokowi.

Itu disampaikan Jokowi pada acara Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2021, Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (15/01/2021).

 

BACA JUGA : Fasilitator Suntik Vaksin, Ariel Noah Mengaku tidak Merasa Sakit, Biasa Saja

 

Presiden menjelaskan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam, sempat turun di minus 5,32 persen di kuartal II 2020.

"Kemudian membaik di minus 3,49 persen di kuartal III 2020, meskipun masih minus tapi membaik. Dan kita berharap di kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi negara kita mengalami reborn, mengalami pemulihan kembali," harap Kepala Negara.

 

BACA JUGA : Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Sempat Tegang, Tensinya Naik Saat Hendak Divaksin

 

Sekali lagi, menurut Presiden, adalah kecepatan kita dalam bekerja, apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang saat masyarakat  banyak kehilangan pekerjaan.

"Kecepatan kita dalam mengeksekusi pekerjaan, terutama proyek-proyek padat karya sangat dinantikan, dan sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam menyediakan lapangan pekerjaan," kata Jokowi.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan walaupun kita bekerja cepat dengan cara  smart , tidak berarti kita mengabaikan tata kelola dan governance.

"Ini tidak boleh, prosesnya harus benar, transparan, sesuai aturan dan juga yang paling penting outcome harus dijaga agar memiliki dampak yang pada pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeldjono dan lainnya. (johara/tri)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait