Mengenal Mental Breakdown, Penyebab dan Mengatasinya

Pendidikan —Jumat, 15 Jan 2021 15:56
    Bagikan:  
Mengenal Mental Breakdown, Penyebab dan Mengatasinya
ilustrasi - foto ist

 

POSKOTAJABAR, BANDUNG


Mental Breakdown adalah situasi di mana seseorang merasa stres dan tidak mampu mengerjakan sesuatu secara maksimal. Kondisi ini bisa disebabkan karena merasa kewalahan dalam satu aspek kehidupan. Misalnya pekerjaan, hubungan, dan stres sosial.

Atau kata lain disebut juga gangguan emosional adalah yang mengatakan bahwa kita sudah kelewatan batas.


Baca juga: Korban Akibat Gempa di Majene Bertambah jadi 8 Orang 


Sering kali ketika kita mendengar hal yang tidak baik, atau dituntut untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mampu, hal ini menimbulkan ketakutan, ketakutan dan lain-lainya.

stres yang ditimbulkan oleh peristiwa sehari-hari juga menjadi pemicu kondisi ini. Stress ini bersifat kronis. Artinya, tekanan tersebut sebenarnya sudah menumpuk selama bertahun-tahun.

Seperti Kehilangan pekerjaan, Perceraian, Kematian orang tercinta, Masalah keuangan, Masalah akademis atau tekanan pendidikan, Pekerjaan, Pindah ke tempat baru dan tidak bisa menyesuaikan diri dan tidak sesuai dengan harapan kita, kekerasan dan rasa trauma.

 

Ada beberapa ciri jika kamu mengalami situasi ini, yaitu;

 

Detak jantung tak beraturan.

Seseorang yang mengalami emotional breakdown, jantungnya akan berdetak tidak beraturan. Itu dikarenakan mereka terlalu memikirkan permasalahan yang mereka hadapi. Dan sulit untuk menenangkan diri.

 

Baca juga : Sinopsis Ikatan Cinta, Jumat 15 Januari 2021, Andin Tetap di Sisi Aldebaran Meski Telah di Bohongi



Kepala sakit dan tegang.

Stress dan cemas bisa menjadi pemicu sakit kepala, dan menyebabkan ketegangan. Kedua hal tersebut mampu mengganggu kita secara fisik dan seringkali memendam sesuatu membuat tubuh kita menjadi tegang.

 

Jam tidur berantakan.

Ketika kamu stress, jam tidurmu akan berantakan dan kamu akan sulit untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kadang, stress yang intens bisa menyebabkan waktu tidur kamu menjadi berlebih. Ketika kamu memeikirkan sesuatu dengan begitu sangat akan membuat kamu terfokus pada masalah itu sehingga taka da keinginan untuk kamu tidur.

 

Sering mulas.

Pernahkah kamu tiba-tiba mules ketika ingin melakukan test wawancara? Stress dan gelisah bisa memicu sakit perut kronis. Itu dikarenakan sistem pencernaan berhubungan langsung dengan kesehatan mentalmu. Sehingga, ketika pencernaanmu bermasalah mungkin otakmu juga bermasalah, begitupun sebaliknya.

 

 Sulit berkonsentrasi.

Rasa cemas yang berlebih menyebabkan kamu sulit berkonsentrasi. Pikiranmu terfokus pada banyak hal yang terlampau lama dan nyaris tidak berkonsentrasi untuk tugas atau hal tertentu. Stress memiliki kemampuan untuk meningkatkan ruang penyimpanan dalam otak, tetapi stress kronis justru sebaliknya. Dalam kasus yang parah, stress bisa menghancurkan kemampuan otak untuk menyimpan memori.

 

 

Menarik diri dari pergaulan secara tiba-tiba.

Ketika kamu setres dengan sesuatu kamu akan lebih suka sendirian dan tidak menerima connect dari luar tubuh kamu, kamu akan lebih suka menyendiri untuk itu.

 

Tidak menjaga kebersihan diri

Selain itu emosional breakdown juga bisa membuat kamu menjadi tidak peduli bahkan pada dirimu sendiri kamu bisa saja menjadi malas, lemah untuk melakukan apapun bahkan untuk diri sendiri.

 

Baca juga : 8 Tanaman Hias Daun Berwarna Ungu untuk Dekorasi Rumah Cantik dan Unik


Hilang minat dan motivasi.

Orang yang Dawn sering kali tidak akan menginat lagi atau memiliki motivasi untuk melakukan banyak hal lagi dengan semanagat, apalagi ketika setrees semua fokus pikiran akan terpaku pada satu titik masalah tersebut.

 

Sering Berfikir Berlebihan  dan mengingat masa lalu

Orang yang stress karena kejadian atau masalah yang terjadi saat ini ia akan memikirkan banyak hal menjadi begitu menakutkan dan berfikiran negative. Selain itu ia akan menginat masa lalu yang menurutnya indah, itu kenapa ketika mantan kamu sedang frustasi dengan hubungan saat ini akan mencarimu kembali.


Baca juga : 10 Quotes atau Kata-kata Bijak Syekh Ali Jaber Penuh Makna Paling Menggetarkan Hati

 

Halusinasi, delusi, dan paranoid.

Yang lebih parah adalah ketika ia tidak bisa masalah mentalnya, ia akan halusinasi dan delusi berkhayal dan paranoid, pada taraf yang ini kalian harus berada di bawah agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

 

Itulah penjelasan mengenai Emosional Brekdown atau mental BreakDown, untuk bisa mengendalikan stres kamu bisa membantu latihan dan kegiatan yang teratur atau melakukan banyak kegiatan positif dan segera konsultasikan dirimu pada ahlinya jika masalah yang terjadi padamu sudah mengganggu kehidupan kamu.

 

Berbagai sumber

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait