Vokalis Band Kapten Ditangkap Jajaran Satnarkoba Polrestabes Bandung, Positif Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Jawa Barat —Jumat, 15 Jan 2021 18:15
    Bagikan:  
Vokalis Band Kapten Ditangkap Jajaran Satnarkoba Polrestabes Bandung, Positif Konsumsi Narkoba Jenis Sabu
Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Ricky Hendarsyah, menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu di Mako Satnarkoba Polrestabes Bandung. Jumat (15/1/2021). (Le)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial AZ, vokalis grup Band Kapten, dan rekannya SP, terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di kamar kontrakannya di daerah Sadang Serang, Kota Bandung, Rabu (13/1/2021) malam sekitar 20.30 WIB. Polisi menerima laporan bahwa di lokasi tersebut kerap terjadi penggunaan narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, tim menangkap AZ dan SP.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Ricky Hendarsyah, mengatakan, AZ merupakan vokalis dari Band Kapten yang cukup dikenal. AZ diamankan bersama rekanyan SP dengan barang bukti berupa satu bungkus plastik seberat 0,29 gram diduga sabu.

BACA JUGA:  Jumlah Korban Gempa Magnitudo 6,2 Sulbar Mencapai 34 Orang Meninggal
 
"Kedua tersangka dilakukan tes urine dan hasilnya positif," kata Ricky di Mako Satnarkoba Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jum'at (15/1/2021).

Ricky menjelaskan bahwa AZ mendapat sabu-sabu tersebut dari perantara SP seharga Rp. 250 ribu. Lalu SP mendapat dari seseorang yang berinisial MG yang saat ini sedang dilakukan pengejaran.

 "Sabu-sabu tersebut didapat dari MG dengan cara membeli dengan harga Rp 250 ribu melalui perantara SP," jelasnya.
 
Berdasarkan pemeriksaan, AZ mengaku telah mengonsumsi barang terlarang itu sejak tahun 2015. Namun, sempat berhenti di tahun 2018. Lalu ditahun 2020 AZ kembali mengkonsumsinya.

BACA JUGA:  DPRD Cianjur Desak BPKAD Tunjukan Bukti Adanya Pengganti Penyertaan Modal dari Pusat
 
Dalam kasus ini, AZ dan SP dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2009, serta Pasal 127 Ayat 1 UURI Nomor 25 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara dan dengan paling banyak Rp 8 miliar. (Le)


Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait