Kasus Pembunuhan Sadis Dilatari Sakit Hati Pelaku

Kriminal —Jumat, 15 Jan 2021 19:00
    Bagikan:  
Kasus Pembunuhan Sadis Dilatari Sakit Hati Pelaku
Ekspose Polres Karawang kasus pembunuhan sadis. (foto:asl)

POSKOTAJABAR, KARAWANG.


Polres Karawang mengungkap kasus pembunuhan terhadap pembunuhan mahasiswa Telkom University Bandung, Fathan Ardian Nurmiftah (19) yang dibuang di Saluran Irigasi, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Rabu (13/1/21).
Kasus pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi rasa sakit hati terhadap korban.


"Kita telah menangkap tiga tersangka berinisial Jhovi Fernando alias Bang Jo (30), HA alias Husain (20) dan RH alias Rio (24) di tempat yang berbeda. Korban dihabisi di kontrakan di Dusun Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pancawati," kata Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putera kepada wartawan saat rilis di Mapolres Karawang, Jumat (15/01/2021).



BACA JUGA : Dikabarkan Diculik, Padahal Pelaku Sudah Membunuh Fathan

 

Rama mengatakan, untuk penangkapan tersangka HA Kamis (14/02021) sekira jam 15.00 wib, depan PT. HINO Kawasan BIC Purwakarta, sedangkan tersangka JF alias JO sekira jam 16.30 wib, sebrang Bank BNI Cabang Cikampek, Jalan Jend Ahmad Yani Cikampek, Kecamatan Cikampek, sedangkan RH alias Rio, Jumat (15/1), sekira jam 02.00 wib, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan.

Lanjut Rama, dari hasil pemeriksaan untuk motif pembunuhan karena kekesalan Bang Jo terhadap Fathan yang menjanjikan uang pinjaman kepada tersangka Jo. Tetapi korban tidak menepati janjinya dan justru menyinggung pelaku dengan kata-katanya.

"Pelaku menagih janji kepada korban yang katanya akan meminjamkan uang. Namun korban tidak menepatinya. Dan justru menyinggung pelaku, dengan kata-katanya akhirnya cekcok dan terjadi perkelahian," ungkapnya.



BACA JUGA  : Walikota Bandung Oded M Danial Telah Sembuh dan Dinyatakan Negatif Covid-19


Menurut Rama, pelaku memukul korban dan setelah itu dibalas oleh korban yang kemudian terjadi perkelahian. Setelah itu Jo membenturkan kepala korban ke tembok dan mencekiknya, kemudian tersangka Jo memangil HA dan melihat jika korban tewas.

"Melihat korban sudah tewas, tersangka Jo dan HA mengikat tangan dan kaki dan dibungkus plastik serta kasur. Kemudian keduanya meninggalkan mayat korban di dalam kontrakan. Untuk kejadian pada Minggu (10/1/21) pukul 24.00 wib," jelasnya.



BACA JUGA : Pesta Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok, Polisi Periksa Enam Orang

 

Menurut Rama, tersangka Jo adalah pelaku utama pembunuhan sadis itu. Ia berkenalan dengan korban melalui facebook dan akhirnya bertemu dengan Fathan. Kepada korban, pelaku mengaku punya kemampuan paranormal dan bisa mengeluarkan sosok gaib di tubuh korban. Tersangka Jo kemudian mengajak Fathan ke tempat kostnya untuk ritual pengobatan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya ketiga tersangka dikenai Pasal 338 sub 170 sub 351 ayat 1 dengan ancaman maksimal seumur hidup.(asl)



BACA JUGA : Tahapan dan Sasaran Vaksin Covid-19 pada Awal Vaksinasi, Begini Prosesnya!

 



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait