Inilah Perbedaan Vaksin Sinovac dan Pzifer, Cara kerja, Penyimpanan, Efektivitas dan Peluncuran

Gaya Hidup —Jumat, 15 Jan 2021 19:00
    Bagikan:  
Inilah Perbedaan Vaksin Sinovac dan Pzifer, Cara kerja, Penyimpanan, Efektivitas dan Peluncuran
Sinovac. foto CNBC Indonesia

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menjalani vaksinasi perdana Covid-19, Rabu(13/1/2021) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini di lakukan di Istana Negara dan disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube Sekertariat Presiden, Vaksinasi ini diikuti oleh beberapa pejabat dan artis yang sebelumnya sudah menjalani tes kesehatan dan dinyatakan boleh divaksin Sinovac.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito menjelaskan beberapa efek samping vaksin Sinovac yang ditemukan selama uji klinis. Menurut data yang didapatkan dari uji klinis, vaksin tersebut hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang. Hal ini dia sampaikan secara daring dalam sebuah konferensi pers yang dilakuakn BPOM. 

Lantas bagaimana sesungguhnya efektifitas dari vaksin Sinovac? Lalu bagaimana dengan vaksin yang lain?

BACA JUGA:  Vokalis Band Kapten Ditangkap Jajaran Satnarkoba Polrestabes Bandung, Positif Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Singapura juga telah menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech, dengan pengiriman pertama diharapkan pada akhir tahun ini. 

Negara lain seperti Kanada, Arab Saudi, Meksiko dan Kuwait juga telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech. Sebuah kelompok besar yang akan segera menyusul, jika Uni Eropa memberikan persetujuan akhirnya, yang bisa datang paling cepat pada 23 Desember. 

Vaksin COVID-19 lainnya, yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, juga sedang dalam uji coba tahap akhir. Indonesia sudah memiliki 1,2 juta dosis CoronaVac, vaksin yang diuji sejak Agustus lalu.

Mengutip laman Channel News Asia, Kamis (17/12/2020), berikut adalah sekilas perbedaan ketiga vaksin COVID-19 tersebut di atas:


1. Pfizer-BioNTech

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi raksasa dari AS, Pfizer dan BioNTech Jerman adalah vaksin COVID-19 pertama yang disetujui oleh FDA AS untuk penggunaan darurat.

Cara kerja: Vaksin Pfizer-BioNTech menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin mRNA mengajarkan sel tubuh untuk membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh manusia. Ini berbeda dengan vaksin tradisional yang memasukkan kuman yang lemah atau tidak aktif ke dalam tubuh.

Penyimpanan: Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech perlu disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius, yang menghadirkan tantangan logistik, terutama untuk negara-negara miskin.

Efektivitas: 95 persen

Peluncuran:  Inggris adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan vaksinasi pada 8 Desember, dengan AS menyusul sekitar seminggu kemudian pada 16 Desember. Singapura, Kanada, Meksiko, dan Arab Saudi juga telah mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.

BACA JUGA:  Jumlah Korban Gempa Magnitudo 6,2 Sulbar Mencapai 34 Orang Meninggal


2. Sinovac

Dikembangkan oleh China Sinovac Biotech, vaksin yang dikenal sebagai CoronaVac ini sedang menjalani uji klinis fase 3 di negara-negara seperti Brazil dan Indonesia. 

Cara kerja:  Vaksin Sinovac menggunakan teknologi vaksin yang tidak aktif, yang menggunakan bentuk virus hidup yang dilemahkan untuk merangsang tubuh menghasilkan respons kekebalan. Vaksin ini mirip dengan vaksin flu dan cacar air. 

Penyimpanan: Vaksin dapat disimpan pada suhu lemari es normal 2 hingga 8 derajat Celcius, dan dapat tetap stabil hingga tiga tahun. Ini mungkin pilihan yang menarik untuk negara-negara yang kesulitan mendapat akses terhadap pendinginan.

Efektivitas: Tidak diketahui

Peluncuran:  Telah ada. (RIN)



Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait